image BAHAYA AMONIA TERHADAP AYAM PETELUR DAN BROILER - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

BAHAYA AMONIA TERHADAP AYAM PETELUR DAN BROILER

Lokasi Kandang Jauh Dari Pemukiman

Setiap peternak, baik ternak ruminansia maupun unggas, pasti pernah mengalami masalah bau. Bahkan, terkadang bau kandang bisa menyebabkan timbulnya masalah sosial, khususnya untuk kandang yang dekat dengan hunian/perumahan. Beberapa peternakan bahkan terancam ditutup karena masalah bau kandang ini memicu ketidaknyamanan masyarakat sekitar, seperti bau yang tidak sedap, banyaknya lalat, dsb. Belum lagi dengan munculnya berbagai penyakit pernapasan yang menimpa ayam akibat dipicu oleh bau kandang tersebut.

Penyebab Bau Kandang

Pada peternakan ayam, kandang yang berbau menyengat utamanya bersumber dari gas amonia (NH3) yang dihasilkan kotoran ayam. Meski sebenarnya dari kotoran ayam bisa terurai gas beracun lain seperti H2S, CO2, dan metana, namun di antara gas beracun tersebut yang paling banyak menimbulkan masalah bagi kesehatan dan produktivitas ayam, serta pemukiman adalah amonia. Menurut hasil penelitian, dalam satu hari, seekor ayam rata-rata bisa mengeluarkan kotoran sebanyak 0,15 kg, dan dari total kotoran tersebut biasanya terkandung nitrogen 2,94%. Sisa nitrogen inilah yang nantinya akan menjadi sumber amonia.

Pada dasarnya, nitrogen dalam metabolisme protein makhluk hidup diekskresikan ke luar tubuh dalam dua bentuk senyawa kimia, yaitu urea atau asam urat. Jika masih berbentuk asam urat, nitrogen akan didekomposisi (diubah bentuknya) terlebih dahulu menjadi senyawa urea oleh bakteri ureolitik di lingkungan. Adanya kelembaban yang tinggi dan suhu yang relatif rendahlah yang akan membuat urea-urea yang mengandung nitrogen tadi akhirnya terurai menjadi gas amonia dan CO2.

Selain faktor suhu dan kelembaban, ada faktor lain yang turut serta meningkatkan akumulasi gas amonia, di antaranya akibat sirkulasi udara dalam kandang yang tidak lancar, populasi ayam yang terlalu padat, serta manajemen pemeliharaan ayam yang kurang baik. Antara lain pada kandang postal kotoran ayam menumpuk hingga berminggu-minggu, padahal alas kandangnya tipis dan sudah sangat lembab/belum diganti atau ditambah litter baru. Demikian juga pada kandang layer produksi (kandang batre) terkadang kotoran di kolong kandang menumpuk dan terkena air, baik air minum maupun air hujan, sehingga menyebabkan bau yang sangat menyengat.

Pengaruh Amonia Terhadap Kesehatan Ternak

Gas amonia mempunyai daya iritasi tinggi bagi ternak, terutama ternak ayam, sehingga bisa memicu infeksi penyakit pernapasan dan menurunkan produktivitas ternak.

Kadar Amonia
(ppm)
Gejala/Pengaruh yang Ditimbulkan
5
Kadar paling rendah yang tercium baunya
6
Mulai timbul iritasi pada mukosa dan saluran pernafasan
11
Penurunan produktivitas ayam
25
Kadar maksimum yang dapat ditolerir selama 8 jam
35
Kadar maksimum yang dapat ditolerir selama 10 menit
40
Mulai menyebabkan sakit kepala, mual, hilang nafsu makan pada manusia
50
Penurunan drastis pada produktivitas ayam dan terjadi pembengkakan bursa fabrisius


Dampak negatif lain yang bisa ditimbulkan oleh cemaran gas amonia, antara lain:

1.    Mengganggu mekanisme pertahanan pada saluran pernapasan ayam

Pada level 20 ppm, amonia bisa mengakibatkan siliostasis (terhentinya gerakan silia atau bulu getar) dan desiliosis (kerusakan silia), dan akhirnya merusak mukosa saluran pernapasan ayam. Akibatnya, ayam mudah terserang penyakit pernapasan karena silia dan mukosa saluran pernapasan merupakan gerbang pertahanan pertama yang dimiliki ayam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ayam-ayam yang terpapar amonia selama masa brooding menjadi rentan terserang penyakit ND dan lebih sulit melawan infestasi bakteri E. coli di saluran pernapasan karena rusaknya silia dan mukosa di lokasi tersebut.

2.    Membuat ayam mengalami hipoksia

Gas amonia bersama dengan gas CO2 yang terbentuk akan mengakibatkan tekanan gas O2 dalam udara sekitar ayam menurun, sehingga ayam mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Kondisi inilah yang akhirnya membuat permukaan saluran pernapasan ayam bersifat anaerob (tekanan oksigen rendah) dan bakteri Mycoplasma senang tinggal di lokasi tersebut. Akibatnya ayam sangat mudah terserang CRD (ngorok) berkali-kali. Saat ayam terserang CRD, maka tubuhnya pun menjadi lebih rentan terhadap berbagai serangan penyakit lain. Hal ini karena serangan CRD dapat menyebabkan kerusakan silia dan mukosa saluran pernapasan yang berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit. Jadi dengan tidak berfungsinya silia dan mukosa akibat CRD, maka bibit penyakit lain pun akan mudah masuk ke dalam tubuh ayam. Maka dari itu, di lapangan CRD jarang ditemui dalam keadaan murni, alias kerap berkolaborasi dengan penyakit lain.

Kejadian CRD yang paling sering adalah berkolaborasi dengan colibacillosis atau lebih dikenal dengan CRD kompleks. Di sinilah masalah serius muncul. Kasus CRD kompleks bisa memicu mortalitas hingga angka 10-15%, atau bahkan bisa mencapai 20%. Sementara pada CRD murni, kematian yang ditimbulkan terbilang rendah, sekitar 5% atau bahkan tidak ada.

3.    Mengganggu pembentukan kerangka tubuh dan kerabang telur

Menurut penelitian, gas amonia dengan kadar > 30 ppm dapat mengakibatkan kondisi alkalosis (Ph cairan tubuh, termasuk cairan plasma darah bersifat basa) pada ayam. Jika plasma darah bersifat basa, maka sebagian besar protein plasma akan mengikat ion kalsium darah (yang sebelumnya berupa ion bebas yang akan disimpan dalam jaringan tulang dan saluran telur (oviduct)). Akibatnya, pembentukan tulang/kerangka tubuh ayam pun terganggu dan kerabang telur yang dihasilkan menjadi lebih tipis.

Selain dampak di atas, ternyata masih ada lagi dampak negatif akibat paparan gas amonia ini. Satu di antaranya ialah timbul gangguan pembentukan kekebalan tubuh, baik yang bersifat lokal maupun humoral. Kekebalan lokal (IgA) yang terdapat dalam saluran pernapasan atas, produksinya akan mengalami gangguan akibat rusaknya sel-sel epitel oleh iritasi amonia. Sedangkan kadar amonia yang tinggi dalam darah (akibat terhisap dalam jumlah besar) menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) juga mengalami gangguan.

Literatur:
-       Info.medion.co.id
-       Panduan Lengkap Ayam Broiler

-       Bisnis Pembesaran Pullet 
0 Komentar untuk "BAHAYA AMONIA TERHADAP AYAM PETELUR DAN BROILER"
Back To Top