image Panduan Lengkap Cara Beternak Ayam Kampung - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Panduan Lengkap Cara Beternak Ayam Kampung

Ternak Pertama. Cara Beternak Ayam Kampung - Pada kesempatan kali ini kami akan menuliskan artikel kusus mengenai Ayam Kampung. semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda yang akan melakukan bisnis di bidang peternakan kususnya bisnis ayam kampung. oleh karena itu kami akan menjelaskan Rahasia sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung. Sebenarnya masih banyak sekali jenis usaha di bidang peternakan yang bisa anda lakukan atau dikembangkan, tetapi semua itu memikirkan bagaimana prospek dan permintaan pasar dari usaha yang kami jalani untuk jangka panjang.

Dari aspek kacamata bisnis, ternak ayam kampung menjadi salah satu bisnis yang sangat hebat untuk anda lakukan. Salah satu alasanya adalah membudidayakan ayam kampung dirasa cukup mudah dibandingkan dengan ternak ayam broiler. Apalagi yang perlu anda perhatikan disini yaitu harga dari ayam kampung sendiri kini cenderung naik berbanding terbalik dengan harga ayam broiler yang lebih fluktuatif.
Cara Beternak Ayam Kampung


Sebagian orang beranggapan bahwa beternak ayam kampung sama dengan ayam buras. Padahal ada perbedaan istilah antara ayam buras dan ayam kampung. Istilah ayam buras dipakai untuk menyebut jenis ayam yang bukan ras, untuk membedakannya dengan golongan ayam ras sperti ayam broiler ayam ras petelur. Ayam kampung tergolong golongan ayam buras. Jenis-jenis ayam buras lain diantaranya ayam bangkok, ayam pelung, ayam arab, ayam kedu, ayam katai, ayam nunukan serta lain-lain.

Awalnya ternak ayam kampung banyak dilakukan dengan cara subsisten atau sebagai sampingan saja. Ayam kampung dipelihara di pekarangan-pekarangan dengan sistem umbaran, atau di lepas liarkan. Tujuan ternak ayam kampung untuk diambil dagingnya sebab produksi telurnya relatif rendah.

Seriring meningkatnya permintaan ayam kampung baik daging maupun telurnya, ternak ayam kampung sekarang ini sudah banyak diusahakan dengan cara semi intensif dan intensif. Ternak ayam kampung pun tak hanya diambil dagingnya, melainkan tak sedikit yang berorientasi pada telur.
Cara Beternak Ayam Kampung

Untuk produksi telur, sebagian peternak lebih memilih jenis ayam buras lainnya yang mempunyai produktivitas lebih tinggi. Diantaranya jenis ayam arab dan ayam pocin. Dimana karakteristik telurnya mirip dengan ayam kampung. Sebagai perbandingan, produktivitas telur ternak ayam kampung hanya mencapai 115 butir per tahun, sedangkan ayam arab dapat mencapai 225 butir telur per tahun.

Hal yang perlu anda perhatikan dalam beternak ayam kampung adalah
Cara Beternak Ayam Kampung

1. Sistem ternak ayam kampung
Seperti yang sudah kami tulis sebelumnya, ada beberapa metode ternak ayam kampung. Yaitu dengan sistem umbaran serta semi intensif. Metode ternak ini menentukan tipe kandang yang wajib anda disiapkan.

A. Sistem umbaran

Untuk ternak ayam kampung sistem umbaran, tak ada ketentuan bentuk kandang. Oleh sebab banyak orang menyebutnya dengan istilah kandang asalan. hal yang paling penting adalah kandang tersebut dapat melindungi ayam dari dinginnya malam serta tangan-tangan jahil. Ayam sistem umbaran, ayam dibiarkan lepas liar. Pada pagi hari ayam dilepaskan serta menjelang sore ayam dimasukkan dalam kandang.

Sistem umbaran ini sering dilakukan di desa-desa yang  huniannya mempunyai pekarangan luas. Dengan sistem umbaran, peternak lebih ekonomis dalam memberrikan pakan dan perawatan harian. Ayam biasanya mencari tambahan pakan sendiri. Tetapi kelemahannya, produktivitas ternak ayam kampung dengan sistem ini sangat rendah. Tidak hanya itu, ayam menjadi liar bahkan sampai tidak mau masuk kandang dan tidur dengan bertengger di pohon-pohon.

Perkawinan pada ternak ayam kampung sistem umbaran terjadi dengan cara alamiah seperti di alam bebas. Biasanya betina yang bertelur akan mengerami telurnya sendiri sampaia menetas serta merawat anak-anak mereka. Peternak hanya butuh menyediakan tempat mengeram untuk induk betina.

B. Sistem semi intensif
Untuk sistem semi intensif anda dapat menggunakan kandang jenis pekarangan. Kandang model ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya supaya ayam tidak dapat keluar dari lingkungan kandang. Dalam areal kandang disediakan kandang terutup tempat ayam beristirahat atau berteduh dari hujan.
Jenis kandang pekarangan sebaiknya dibiarkan beralaskan tanah serta ditumbuhi hijauan semacam rerumputan. Sesekali tanah dapat dicangkuli supaya tidak terlalu padat jadi cacing tanah dapat tumbuh untuk pakan alamiah ayam.

Jenis kandang lain adalah jenis postal dan jenis kandang baterai jarang dipakai untuk ternak ayam kampung. Alasannya, karena memang memerlukan modal dalam pembuatan dan operasionalnya taidak seimbang dengan produktivitas ayam kampung. Kecuali untuk jenis ayam buras lainnya seperti ayam arab, ayam poncin, ayam nunukan serta ayam kampung unggul hasil silangan.

Perkawinan pada sistem semi intensif, menggunkan kandang koloni. Kandang berkapasitas luas 1×2 meter setinggi 0.75-100 cm. Kandang sebesar ini dapat dihuni oleh 6 induk betina serta 1 ekor jantan. Perkawinan dapat terjadi dalam esok hari. Setelah induk betina dikawini pejantan, dalam tempo tiga hari telur yang dihasilkan dapat dipastikan fertil atau dapat menetas (tiga hari terhitung sejak kawin bukan masuk kandang).

Telur yang dihasilkan dalam kandang koloni sebaiknya cepat dikelaurkan dan diambil untuk dierami oleh indukan lain. Atau dapat juga dierami unggas lain seperti entog atau bebek. atau dapat juga memakai inkubator. Bila indukan betina dalam kandang koloni mengalami masa mengeram dapat dihilangkan dengan diguyur

Cara Merawat ayam kampung

Cara Beternak Ayam Kampung
Ayam kampung adalah ayam lokal asli. Konon ayam ini berasal dari ayam hutan yang dijinakan. Jangan terkecoh dengan jenis-jenis ayam buras lain seperti ayam katai serta ayam arab. Meskipun saat ini banyak dijumpai hasil silangan ayam kampung untuk menambah produktivitasnya. Kelebihan ayam kampung memiliki daya tahan yang lumayan kuat kepada penyakit.

Bibit ayam kampung dapat anda peroleh dengan membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken (DOC), atau indukan. Bila anda akan membeli dalam bentuk telur, pastikan mengenal asal-usul telur tersebut. Bila memilih bibit dari DOC, kenali ciri-ciri yang baik antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, serta bulu bersih.

Perlu anda ketahui Produktivitas bertelur ayam kampung sangat rendah, kurang lebih 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, sampai umur 2 bulan ukuran ayam tetap sebesar kepalan tangan orang dewasa. Baru pada umur 8-12 bulan ayam kampung telah siap untuk ukuran konsumsi.

Ada asumsi keliru tentang ayam kampung, yaitu ayam betina hanya dapat bertelur jika dikawini oleh pejantan. Pendapat itu keliru, sebab ayam kampung seperti halnya ayam ras petelur serta unggas lainnya dapat bertelur walau tak dikawini. Ayam kampung juga dapat produktif asal memperoleh perlakuan dan pemberian pakan yang cocok. Telur yang dihasilkan yang tidak dikawini infertil dan tak akanl menetas. Ayam kampung telah dapat bertelur seusai berusia 6 bulan.

Tidak seperti ayam ras, betina ayam kampung memiliki naluri yang tinggi untuk mengerami telur serta merawat anaknya. Sekarang periode mengerami serta mengasuh anak, ayam betina menjadi agresif untuk melindungi anaknya.

Ada faktor yang wajib dipantang dalam ternak ayam kampung asli, yakni jangan mengurung ayam 24 jam serta jangan hanya memberikan pakan pabrikan saja. Bila kedua hal tersebut tetap anda lakukan, siap-siap untuk memenyesal. Ayam kampung orisinil yang dikurung 24 jam artinya harus diberikan pakan buatan secara terus menerus. Alhasil, pertumbuhannya jadi lambat, anggaran pakan yang dikeluarkan juga tak akan menutupi ongkos produksi.

Jadi bagaimana cara merawat ayam kampung supaya untung? Biarkan pekarangan di dalam psupaya beralaskan tanah ditumbuhi rerumputan. Lingkungan seperti itu akan memberikan pakan alamiah bagi ayam. Hijauan Kn tumbuh sebagai pakan tambahan dan cacing tanah juga dapat memenuhi keperluan protein ayam. Ada kebiasaan ayam memakan kerikil untuk membantu pencernaan di dalam tembolok mereka. Pakan buatan diberikan tidak secara intensif, hanya 2-3 kali saja sehari. Sisanya biarkan ayam mencarinya sendiri.

Pakan ayam kampung


Tidak banyakt pabrikan yang memproduksi pakan untuk ayam kampung, beberapa ada pakan untuk ayam buras tipe lain seperti untuk ayam arab, ayam poncin, ayam kampung unggul. Bila pakan ayam ras diberikan untuk ternak ayam kampung dapat dipastikan anggaran produksinya terlalu mahal. 

Untuk menyiasati mahalnya pakan, peternak bisa meramu pakan buatan. Ayam kampung membutuhkan pakan yang mengandung protein kasar 12% dan energi sebesar 2500 kkal/kg. Berikut cara membuat pakan untuk ayam kampung:
  1. Pakan untuk ayam umur 0-2 bulan bisa menggunakan pakan ayam broiler. Untuk umur ayam 2-4 bulan bisa diberikan pakan broiler dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1:3:1.
  2. Untuk ayam dengan umur di atas 4 bulan, bisa diberikan campuran antara layer dan dedak atau jagung dengan perbandingan 1:2. Berikan pula hijauan sebanyak 20 % dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan sekitar 7-8 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  3. Untuk ayam yang masuk periode bertelur, biasanya umur lebih dari 6 bulan, berikan pakan berupa campuran dari layer dan dedak dengan perbandingan 1:1. Dan tambahkan hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  4. Bila tidak mau membeli pakan pabrikan, bisa dibuatkan pakan dari sumber alternatif. Berikut bahan-bahan yang bisa dijadikan pakan untuk ternak ayam kampung: talas (umbi dan daunnya), beras paling murah, dedak, tepung tulang atau cangkang keong. Cara membuatnya lihat tips di bawah.
  5. Sebagai pakan tambahan bisa dicarikan sisa-sisa makanan rumah tangga atau restoran atau sisa pengolahan pangan seperti ampas tahu.
  6. Pekarangan yang dibiarkan dan dirawat agar tumbuh hijauan juga membantu menyediakan pakan tambahan bagi ayam kampung.

Pemanenan dan penjualan Ayam Kampung

Berbeda dengan ternak ayam ras, ternak yam kampung kebanyakan tidak fokus pada telur atau daging saja. Melainkan dijalankan secara sekaligus baik daging maupun telur. Jadi, penjualan ayam kampung juga tidak ketat pada hari atau bulan ke sekian ayam harus dipanen. Peternak mempunyai keleluasaan untuk menunggu harga terbaik.

Ayam kampung bisa dikonsumsi setelah umur lebih dari 8 bulan. Bila harga pada saat itu, tidak menarik peternak bisa menunggu hingga umur 12 bulan atau lebih. Ayam bisa diarahkan untuk diambil telurnya saja. Kecuali untuk telur, bila telur yang dihasilkan infertil harus tetap dijual karena akan busuk. Namun bila telurnya fertil atau bisa menetas, peternak bisa menunda menjualnya dan telur bisa terus dierami indukan ayam dan ditetaskan.

Artikel Terkait
Cara Beternak Ayam Kampung, Panduan Beternak Ayam Kampung, Bisnis Ayam Kampung, Usaha Ayam Kampung, Modal Beternak Ayam Kampung, Sistem kandang ayam kampung, tips beternak ayam kampung
Tag : Artikel
0 Komentar untuk "Panduan Lengkap Cara Beternak Ayam Kampung"
Back To Top