image Penyakit Pada Sapi dan cara Pengobatannya - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Penyakit Pada Sapi dan cara Pengobatannya

Ternak Pertama. Cara Mengobati Penyakit Pada Sapi - Penyakit Demam pada Sapi umum disebut demam 3 hari. Istilah kedokterannya merupakan BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF). Penyebab demam pada sapi atau BEF ini merupakan akibat dari gigitan lalat Cullicoides sp serta nyamuk Culex Sp. Penyakit pada sapi ini termasuk penyakit sapi yang mudah diatasi dan tak akan menular khususnya bagi manusia.
Penyakit Pada Sapi dan cara Pengobatannya
Ciri serta Gejala Demam pada Sapi (BEF)  :
Sapi terlihat lemah dan lesu
Sapi mengalami demam tinggi dan akan terlihat pincang
Sulit bergerak serta berdiri
Sesak dan gemetaran
Timbul cairan dibagian hidung dan mata sapi
Nafsu makan menurun
Apabila penyakit ini pada sapi perah, produksi susu produksi susu mengalami penurunan
Pencegahan dan Cara Pengobatan Demam Pada Sapi :
Lingkungan yang bersih
Pemakaian insektisida pada kandang
Berbagi obat penurun panas serta usahakan sapi tak sedikit minum air
Obat tradisional bagi BEF merupakan pemberian gula merah serta garam dapur dan diminumkan pada sapi.
Tetap konsultasi pada dokter fauna untuk lebih baiknya.
Daging boleh dipotong serta dikonsumsi
Penyakit Sapi Mubeng dan Cara Pengobatannya
Penyakit Sapi mubengjuga banyak sekali menyerang pada sapi. Nama lain dari penyakit ini merupakan penyakit surra. Cara penulara penyakit ini adalah dengan berkembangnya parasit dalam darah serta menurunkan kadar glukosa-nya. sehingga kondisi tubuh sapi menjadi menurun, tak lebih nafsu makan, stress serta mudah letih. Penularanan parasit ini dikarenakan oleh gigitan lalat haematophagus serta lyperosia serta aneka tipe kutu. Penyakit surra banyak menyerang sapi pada musim hujan dimana kondisi kekebalan sapi mengalami penurunan serta melemah kondisi sapi. Tak Jarang permasalahan penyakit ini bahkan bisa menewaskan ternak sapi anda, khususnya kerbau.

Ciri serta Gejala Sapi Mubeng adalah :
Gerakan sapi menjadi tak aturan (sempoyongan, jalan berputar putar/mubeng) apabila telah parah akan kejang - kejang
Selput lendir menguning
Tidak nafsu makan dan bulu akan rontok
Demam serta cepat lelah
Pencegahan serta pengobatan Penyakit Sapi Mubeng :
Penyemprotan insektisida di kandang ternak (biasanya sejenis asuntol) untuk mencegah datangnya serangga penghisap darah.
Hindarkan kandang sapi dari tempat yang rawan menjadi sarang serangga (parit serta tempat lembab)
Sisa - sisa pakan ternak jangan hingga membusuk di kandang
Bila sapi luka, jangan hingga dibiarkan infeksi serta menjadi makanan bagi lalat
Karantina sapi yang sakit dan pemberian obat berupa atocyl maupun artosol, tetapi dalam pemakaiannya hendaknya konsultasikan dengan dokter hewan setempat
Penyakit Sapi Kembung serta Pengobatannya
Selain Penyakit deman dan Kembung. Penyakit sapi yang sering kita jumpai adalah Penyakit Sapi Kembung. Kami sering mendengar keluhan peternak yang sapi-nya terkena penyakit kembung, dalam bahasa kedokteran biasa disebut bloat. Penyakit sapi kembung dikarenakan oleh macetnya saluran gas dalam tubuh sapi, dampaknya pencernaan tak lancar serta tahap perut rumen membesar. Ini bisa dilihat dari tahap perut sapi sebelah kiri, apabila sapi kembung tentu bakal terlihat membesar. Penyebab utama sapi yang terserang kembung merupakan rumput - rumputan yang basah, kurang berserat. Oleh karena itu seleksi hijauan mutlak diperlukan. Serta pemberian prosentase hijauan tipe leguiminose maksimal lima puluh persen.

Ciri dan Gejala Sapi Kembung / Bloat :
Perut tahap kiri membesar sebab gas tak bisa keluar
Pernafasan terganggu sebab organ pernafasan ditekan oleh membesarnya rumen
Gerakan tak lebih lincah serta tak jarang terjatuh
Dalam kondisi parah, fauna bisa lumpuh serta mati
Pencegahan serta Pengobatan Kembung Pada Sapi :
Jangan biasa memberikan pakan rumput dalam kondisi basah, khususnya di pagi hari
Tidak lebihi prosentase pemberian leguminose hijauan
Jerami kering berbagi di pagi hari sebelum memakan hijauan tipe lain
Usahakan ternak tak sedikit bergerak jadi mengurangi gas pada lambung
Cara pengobatan yang biasa diberikan adalah anti bloat yang mengandung dimethicone serta minyak nabati yang berasal dari kacang tanah. Minyak nabati bisa disuntikkan pada sapi yang terkena bloat
Konsultasikan pada dokter hewan untuk pemakaian obat yang cocok

Penyakit Kuku Basi Pada Sapi dan Cara Pengobatannya
Seperti namanya, penyakit kutu basi pada sapi ini berkembang di bagian kuku sapi. kebanyakan Orang menyebuitnya sebagai penyakit Foot Rot (Pembusukan kaki/kuku). Kuman fusiformis masuk ke dalam lubang kuku sapi dan akan berkembang disana, bahkan daya tahan kuman tersebut terus lama apabila berada di dalam kuku sapi. Penyebab masuknya kuman ini adalah karena kuku sapi terluka akibat terkena hantaman benda keras di tempat yang kotor dan akhirnya kuman tersebut masuk dan berkembang sangat cepat. Apabila hal tersebut anda biarkan dibiarkan, kuman ini akan berkembang menjadi penyakit yang membekuk sel - sel di telapak kaki sapi hingga sapi tak bisa berlangsung.

Ciri dan Gejala Penyakit Kuku Basi pada Sapi :
Lubang kuku dan tumit akan terlihat membengkak
Keluar cairan kuning dan akan tercium bau basi dibagian kuku
Mengelupasnya selaput dibagian kuku, hal itu akan menyebabkan matinya jaringan sel dibagian tersebut
Sapi tersebut akan ter;ohat pincang dan akan kesakitan
Pencegahan dan Pengobatan Kuku Basi pada Sapi :
Jaga kebersihan kandang jadi bakteri dan kuman susah berkembang 
Seringlah anda periksa kebersihan kuku sapi
Apabila telah terserang, segera rendam kaki yang terserang dengan larutan formalin setidak sedikit 10%
Untuk pengobatan dengan suntik, usahakan kaki sapi masih kering dan disuntikkan larutan sulfat beserta antibiotik sesuai saran dokter hewan

Penyakit Anthrax Pada Sapi serta Pengobatannya
Penyakit antrax pada Sapi merupakan tipe penyakit yang sangat berbahaya serta bisa menular pada manusia. Biasanya kategori penyakit semacam ini disebut zoonosis. Nama lain dari antrax adalah radang limpa. Biasanya dikarenakan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh melewati makanan serta minuman yang mengandung bakteri basillus anthracis. Tidak hanya melewati makanan yang tak bersih tersebut, bakteri antrax bisa masuk ke dalam tubuh sapi lewat tanah yang tercemar bakteri dan masuk melewati pernafasan serta luka pada sapi. Bakteri antrax adalah bakteri yang daya tahannya menarik, disinfektan serta panas terkadang tak sanggup melawan bakteri ini. Penyebarannya juga sangat cepat apabila sapi tersebut tak cukup makan dan kelelahan. Apalagi sekarang musim panas. Bila sapi telah terkena antrax, sebaiknya anda tak mendekat dan harus berhati - hati dalam penanganannya. Bakteri bisa menular pada manusia melewati luka, pernafasan (apabila menghirup bulu sapi yang terserang).

Ciri dan Gejala Penyakit antrax pada sapi umunya adalah sebagai berikut :
Sapi demam, lemah serta mudah jatuh/ambruk
Radang dibagian limpa dan akhirnya sapi menjadi diare
Banyak pendarahan di berbagai bagian tubuh, biasanya berwarna hitam (pada celah hidung dan mulut, pori - pori serta pada celah anus sapi)
Nafas tersengah - sengah
Pembengkakan dibagian bawah perut
Bila telah akut, sapi bakal mati mendadak
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Antrax pada sapi :
Vaksinasi spora avirulen dengan cara berkala tiap tahun pada sapi yang belum terkena
Pengecekan, pembersihan serta karantina apabila pada sebuah daerah telah terkena antrax
Jangan memberi makan sapi dengan akarnya, biasanya hijauan. Berbagi rumputnya saja
Jangan sering kontak fisik dengan ternak apabila tak benar - benar darurat
Apabila sapi telah terkena, kasih antibiotik dengan spektrum luas seperti Penisilin G, Oxytetracyclin, Streptomycin
Hewan yang telah mati jangan dibedah, jangan memegang langsung tahap luka. Langsung kubur saja bila butuh bakar bangkainya.
Penyakit Scabies Pada Sapi dan Pengobatannya
Penyakit Skabies pada sapi biasa disebut kudis atau bulug/budug. Penyakit Scabies merupakan penyakit zoonoisis dan bisa menular pada manusia. Biasanya dikarenakan oleh alat dan kandang yang kotor. Kotoran tersebut terkadang mengandung tungau sarcoptes scabei. Ternak yang sehat biasanya tertular apabila telah terjadi kontak langsung dengan ternak/sapi yang terkena skabies. Biasanya hewan yang terserang skabies terlihat seperti hewan yang gatal - gatal.

Ciri dan Gejala Scabies pada sapi umumnya adalah :
Sapi sering menggigit bagian tubuhnya
Terkadang menggosok - gosokkan badannya pada kandang (semacam menggaruk - garuk)
Bulu rontok serta nanah mulau timbul dibagian tubuh
karena ini adalah penyakit kulit sapi, maka akan timbul kerak berwarna abu - abu dibagian tubuh sapi dan kulit akan terlihat kaku
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Skabies Pada Sapi :
Kandang usahakan berjauhan dengan rumah tinggal
Aliran udara serta sanitasi kandang usahakan bagus
Usahakan kandang sapi kering dan rutin dibersihkan
Hewan yang terdiagnosa skabies harus dipisahkan dan harus dikarantina
Pengobatan yang aman biasanya dengan pemberian minyak kelapa dicampur dengan kapur barus kemudian gosokkan pada kulit yang terkena.
Serbuk belerang, dicampur dengan kunyit serta minyak kelapa yang telah dipanaskan, gosokkan pada kulit sapi. Bisa juga digosok dengan air tembakau.
Sapi yang mati setelah terkena skabies masih bisa dikonsumsi, hanya saja buang bagian yang terkena tungau. Sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter hewan.

Penyakit Cacingan pada Sapi serta Pengobatannya
Penyakit cacingan pada sapi sering Disebuthelminthiasis. Penyakit cacingan adalah penyakit yang paling banyak menyerang ternak sapi yang dipelihara dengan cara tradisional. Serta termasuk penyakit yang mudah ditangani tergantung dengan banyak/sedikit-nya cacing dalam tubuh, tipe cacing yang menyerang (cacing hati, cacing pita, cacing gilig/nematoda). Tipe cacing yang menyerang sapi sebetulnya sangat banyak jenisnya. Tetapi yang paling banyak menyerang adalah tipe cacing hati serta cacing pita, biasanya dikarenakan oleh kondisi pakan yang tidak bersih / mengandung larva cacing. Biasanya pada rumput hijauan. Proses pengobatan biasanya dilakukan dengan membekuk cacing jadi cacing yang mati tersebut akan ikut keluar melewati kotoran sapi.

Ciri dan Gejala umum yang tampak sekarang sapi terserang cacingan :
Sapi tidak nafsu makan
Sapi terlihat kurus dari hari ke hari
Susah buang air besar / tak teratur
Diare berkepanjangan serta mencret
Gerakan melemah serta mata sayu
Nafas terengah - engah
Hidung serta mulut mulai kering
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Cacingan Pada Ternak :
Usahakan kandang tidak banyak lembab
Jangan terlalu sering menggembalakan sapi karena anda tidak bisa mengontrol kebersihan rumput yang dikonsumsi oleh sapi
Sisa pakan di kandang jangan dibiarkan terlalu lama, segera buang atau di olah menjadi pupuk tanaman
Pemberian obat cacing dengan cara rutin dan berkala (biasanya dua bulan sekali)
Obat yang biasanya dipakai oleh dokter hewan adalah dalam tipe benzimidazol, Imidathiazol serta Avermectin (konsultasi dengan dokter hewan sebelum memakai)
Pengobatan tradisional dengan pemberian daun / buah nanas. Khususnya untuk membekuk cacing nematoda. Untuk cacing lainnya, bisa diberikan bawang putih karena sangat manjur dan tidak ada efek samping.

Penyakit Ingusan Pada Sapi serta Pengobatannya
Penyakit ingusan biasa disebut MCF (MALIGNANT CATHARRAL FEVER). Penyakit ini akan menular melewati virus Gamma Herpesvirinae dan penularan virus dari ternak tipe domba. Biasanya menyerang sapi yang sering digembalakan dan bercampur dengan ternak lain seperti domba dan kambing. Biasanya domba yang telah terserang tak menunjukkan gejala apapun, tetapi meninggalkan virus tersebut melewati bekas pakan yang telah dikunyah dan dimuntahkan kembali. Sapi yang memakan bekas makanan tersebut akan bisa terkena penyakit ingusan.

Ciri dan Gejala Ingusan pada sapi biasanya adalah :
Timbul cairan dibagian hidung dan mata ternak, lama kelamaan akan berubah dari encer menjadi lebih kental
Ternak mulai terlihat meneteskan air liur
Bagian moncong kering dan biasanya akan keluar nanah
Sapi akan susah bernafas dan gemetar
Bagian mata terlihat keruh dan akan terlihat memutih
Apabila telah parah kulit ternak akan seperti terkelupas
Sapi sempoyongan dan terlihat lemah, jaringan tubuh rusak dan sapi terlihat kurus
Apabila dibiarkan maka sapi akan lumpuh total dan bisa menyebabkan kematian
Pencegahan serta Pengobatan Penyakit Ingusan pada Sapi :
Jangan banyak menggembalakan sapi bersamaan dengan domba atau kambing
Jauhkan kandang sapi dari kandang domba yang baru datang belum belum divaksinasi
Kontrol kebersihan pakan yang akan dikonsumsi oleh sapi
Jaga kebersihan serta sanitasi kandang
Pisahkan serta karantina sapi yang terserang
Usaha yang bisa anda kerjakan adalah dengan pencegahan infeksi dengan antibiotik jadi gejala tak akan meluas
Penyakit ini belum ada obat yang sanggup menghilangkan penyakit ini dengan cara keseluruhan, tetapi bisa hilang sendiri apabila penanganan dilakukan dengan cepat dan sapi dipelihara dengan baik.
Usahakan penanganan dengan cara langsung setelah terlihat gejala ringan, biasanya 4 hari setelah sapi terserang penyakit
Konsultasikan pada dokter hewan untuk penggunaan obat. Ingat, obati secara cepat setelah terlihat gejala ingusan, jangan sampai terlambat.
Ternak yang mati masih bisa dipotong serta dikonsumsi, tetapi pada bagian yang terinfeksi harus dibuang.

Penyakit Ngorok Pada Sapi dan Pengobatannya
Penyakit ini Biasa disebut SEPTICHAEMIA EPIZOOTIC (SE) dalam istilah kedokteran. Penyakit Ngorok pada sapi disebabkan oleh kuman yang bernama Pastuerella multocida serotipe 6B serta Pastuerella multocida serotipe 6E. Biasanya menjangkit pada sapi yang kelelahan / letih. Cenderung menyerang sapi pekerja maupun sapi potong yang stress dampak terlalu banyak melakukan aktifitas serta kandang yang lembab ataupun juga tidak bersih. Pakan yang tidak sesuai juga bisa sebagai sarana penularan kuman ini. Penularan antar ternak biasanya melewati air liur, urine, makanan serta tanah yang terkontaminasi. Kondisi lingkungan yang dingin juga merupakan sarana untuk kuman tersebut berkembang.

Ciri dan Gejala Penyakit Ngorok pada Sapi adalah :
Sapi susah bernafas dan gemetar
Keluar air liur terus menerus
Suhu tubuh naik hingga 40 derajat celcius
Busung pada bagian kepala hingga leher bawah
Radang paru - paru, terlihat dibagian dada karena sapi tersebut kurus
Selaput lendir me-merah
Pencegahan serta Pengobatan Sapi Ngorok :
Karantina dan pemeriksaan sapi yang baru datang
Vaksinasi rutin dengan oil adjuvant tiap tahun
Kandang harus rutin di bersihkan dan diberi disinfektan
Pengobatan yang umum dipakai adalah antibiotik Oxytetracyclin dan Streptomycin, penggunaannya harus konsultasi pada yang berpengalaman karena yang terserang adalah pada bagian paru - paru, maka apabila akan dipotong serta dikonsumsi kalian harus buang bagian paru - parunya dan bangkai yang terkontaminasi hendaknya dikubur atau dibakar



0 Komentar untuk "Penyakit Pada Sapi dan cara Pengobatannya"
Back To Top