image Cara Beternak Jangkrik Bagi Pemula - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Cara Beternak Jangkrik Bagi Pemula

Ternak Pertama. Beternak Jangkrik - Jangkrik adalah salah satu serangga yang sekarang banyak di dijadikan pakan burung, ikan serta reptil. Permintaan pasar akan jangkrik semakin tinggi seiring dengan naiknya ketertarikan masyarakat untuk merawat burung, ikan serta reptil. Cara ternak jangkrik lumayan mudah dijalankan baik untuk skala kecil maupun besar.

Sebelum mengulas mengenai Cara beternak jangkrik, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tipe serta sifat bintang satu. Nama ilmiah jangkrik Gryllus Sp., tergolong dalam keluarga Gryllidae. Menurut catatan tersedia lebih dari 1000 spesies jangkrik yang nasib di daerah tropis.
Beternak Jangkrik
Di Indonesia, setidaknya telah mengenal 100-an spesies jangkrik. Tetapi belum semuanya terpetakan dengan dengan lengkap. Jenis spesies yang banyak dipelihara untuk ternak jangkrik komersial adalah Gryllus mitratus serta Gryllus testaclus.
Jangkrik adalah hewan herbivora. Di alam bebas serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rerumputan. Dalam lingkungan budidaya, dapat diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun serta daun pepaya.

Tahapan Dalam Beternak Jangkrik

Persiapan kandang
Kandang Jangkrik
Langkah pertama yang perlu anda lakukan dalam berternak jangkrik yaitu dengan menyiapkan kandang jangkrik atau tempat untuk budidaya jangkrik. Kandang untuk ternak jangkrik dapat dibuat dari beberapa bahan seperti kardus, papan atau triplek. Pada kesempatan hari ini, ternak pertama akan memberikan tips cara pembuatan kandang jangkrik dari kayu dan kasa yang bagus.

  1. Tampilan kandang untuk ternak jangkrik kotak semacam peti, dapat terbuat dari papan atau tripleks. Berikut foto kandang jangkrik kotak tunggal.
  2. Kotak terbuat dari papan atau tripleks dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm serta tinggi 30-40 cm.
  3. Gunakan lem pada setiap sambungan dan aspek peti. Gunanya supaya jangkrik yang baru menetas tak keluar lewat lubang sambungan. Ukuran jangkrik baru menetas sangat kecil.
  4. Permukaan atas harus dapat dibuka tutup dengan memakai engsel
  5. Pada sesi muka dan belakang diberi lubang ventilasi. Ukuran lubang ventilasi 50 x 7 cm, posisi lubang kurang lebih 10 cm dari atas (lihat foto). Ventilasi ditutup dengan kasa kawat ukuran halus supaya jangkrik kecil tak dapat kabur.
  6. Pada sesi samping diberi lubang atau cantelan untuk pegangan. Gunanya untuk mempermudah membawa atau menggeser peti.
  7. Pada sekeliling sesi permukaan dalam, kira-kira 10 cm dari atas, diberi isolasi plastik. Gunanya supaya jangkrik tak merayap ke atas.
  8. Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti, kira-kira tingginya 10 cm. Keempat kaki-kaki tersebut nantinya diletakan pada mangkung yang diisi air atau cairan lain. Gunanya untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang
  9. Kandang jangkrik juga dapat dibangun bersusun, misalnya tiga susun untuk menghemat tempat serta efisiensi budidaya. Kandang jangkrik sebaiknya diletakkan di dalam ruangan yang gelap, tak terkena sinar matahari langsung.
Selain terlindung dari sinar matahari langsung, ternak jangkrik juga membutuhkan ketenangan. Sebaiknya pilih ruangan yang mempunyai angin cukup, gelap, jauh dari hiruk pikuk serta lalu lalang aktifitas manusia.

Persiapan Bibit Jangkrik
Bibit jangkrik
Tahap kedua yang perlu kalian persiapkan adalah memilih bibit jangkrik yang berkualitas. Seperti yang telah kami sampaikan, bibit untuk ternak jangkrik yang biasa diternakan adalah dari tipe G. miratus dan G. testaclus. Bibit tersebut dapat dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan.

Sebetulnya tipe jangkrik lain dapat juga diternakan, ada berbagai spesies yang dapat di ternakan namun lambat dalam perkembangbiakkannya.

Bibit atau indukan ternak jangkrik sebaiknya diperoleh dari tangkapan alam atau jika anda mengalami kesulitan, setidaknya bibit jangkrik jantan didapat dari alam. Sebab biasanya indukan jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.

Ciri-ciri indukan jangkrik yang bagus:

  • Sungut atau antena tetap panjang, seluruh anggota badan lengkap, dapat melompat jauh dan gesit, badan serta berwarna mengkilap.
  • Jangan memilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Induk betina ada ovipositor dibagian ekornya, ekornya ada tiga bagian yakni bagian tengah adalah ovipositor. Ukurannya besar.
Cara Membedakan Jangkrik Jantan dan Betina


Cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah dengan melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya mempunyai dua helai ekor sedangkan betina mempunyai 3 helai ekor. Sebetulnya ekor bagian tengah adalah ovipositor.

Cara Ternak Jangkrik Bagi pemula

Keadaan kandang untuk ternak jangkrik harus memperhatikan tingkat kelembaban dan binatang pengganggu. Kelembaban sebaiknya sering anda kontrol, khususnya sekarang musim kemarau, Untuk menjaga kelembaban dapat dilakukan dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.
Musuh atau hama ternak jangkrik lumayan banyak, diantaranya tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Tidak hanya itu, jangkrik dapat menjadi kanibal bila keterdapatan makanan dalam kandang tak mencukupi.

Tahapan dalam Beternak Jangkrik

Mengawinkan jangkrik

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat semirip mungkin dengan dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang dapat diolesi tanah liat, semen putih dan diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang alias serutan kayu.
Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Bila indukan jantan dan betina tak sama spesiesnya, perkawinan tak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2.
Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik semakin menerus. Jangkrik betina yang telah dibuahi kemudian akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.
Selama masa perkawinan jangkrik harus memperoleh asupan pakan yang cukup. Contoh pakan yang bisa anda berikan adalah kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Yang perlu anda ingat adalah selaku cek makanan tersebut, Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai sisa makanan jangkrik yang ada di kandang membusuk.
Peternak Jangkrik biasanya ada yang memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Seperti : bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan berbagai vitamin. Hal tersebut dilakukan agar telur yang dihasilkan  bisa banyak dan bernilai. Apakah ramuan tersebut tersebut manjur? belum ada ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman diberikan peternak saja.

Cara Menetaskan Telur Jangkrik 

Menetaskan Telur Jangkrik

Telur jangkrik akan menetas seusai 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. hal tersebut untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.
Pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah sekitar 4-6 hari biasanya telur menetas.
Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus semakin anda jaga, caranya dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Cara Pemberian Makan Pada Jangkrik

Pemberian pakan

Setelah telur menetas, langkah selanjutnya adalah memberikan pakan. Jangkrik yang baru menetas, berusia 1-10 hari diberi pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.
Setelah lewat dari 10 hari, anakan jangkring dapat dikasih makan sayur-sayuran dan Jagung muda, Selanjutnya, pakan tersebut dapat ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.

Cara Pemeliharaan Kandang Jangkrik

Pemeliharaan Kandang Jangkrik

Penting untuk menjaga kandang agar tetap higienis dan bersih, dan terhindar dari gangguan hama. Hal lain yang perlu anda jaga adalah kondisi kandang supaya tetap lembab dan gelap. Tidak hanya itu yang perlu kalian perhatikan adalah makanan jangkrik,  jika makanan tersebut habis dan anda tidak mengetahuinya mkan jangkrik tersebut akan menjadi kanibal, saling memangsa di antara mereka.
Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai sisa makanan jangkrik yang ada dikandang sampai membusuk. Kandang yang telah anda buat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai tercium bau vinil bila kandang tersebut dari tripleks. Caranya, lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah kemudian dijemur hingga kering.
Periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan tersebut habis. Cairan yang dapat dipakai yakni air, minyak tanah, atau jenis cairan lain yang dapat mencegah hama masuk ke dalam kandang.

Cara Memanen Jangkrik yang benar

Pemanenan

Ada dua hasil yang dapat dipanen dari ternak jangkrik, yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik biasanya dipasarkan lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Telur biasanya dipasarkan terhadap para peternak jangkrik pembesaran.
Ternak jangkrik telah dapat dipanen seusai mencapai umur tak lebih lebih 30 hari. Terhitung sejak telur mulai menetas.
0 Komentar untuk "Cara Beternak Jangkrik Bagi Pemula"
Back To Top