image TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (2) - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (2)

TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (2)


Bagian 2. Tips agar hemat bahan bakar

Pada penggunaan pemanas jenis ini, hemat atau tidaknya biaya bahan bakar yang dikeluarkan peternak ditentukan oleh banyak faktor. Pertama, dari rancangan serta desain yang dibuat oleh masing-masing produsen pemanas. Kemudian dari aplikasi pemasangan yang benar dan terakhir dari manajemen brooding yang optimal guna meminimalkan hilangnya panas yang dihasilkan.

Untuk menghemat penggunaan gas, teknik instalasi/pemasangan pemanas yang benar sangat mempengaruhi. Pasalnya, jika instalasinya salah, maka panas yang dirasakan anak ayam tidak akan maksimal. Akibatnya, selain penurunan kondisi anak ayam, tentu saja seolah-olah pancaran panas yang diberikan saat brooding harus lebih besar.

Sejak akan digunakan pertama kali, jumlah pemanas yang dipasang dalam tiap kandang brooding harus disesuaikan dengan kapasitas tiap jenis pemanas. Pemanas berbahan batu bara misalnya, bisa menghangatkan 500 ekor anak ayam. Sedangkan pemanas berbahan bakar gas mampu menghangatkan hingga 1.000 ekor anak ayam.

Brooding ideal. Pemanas gas mampu menghangatkan 
sampai1.000 ekor/1 brooder

Satu buah pemanas berbahan bakar bisa digunakan untuk memanaskan sampai 1000 ekor DOC di dalam area chick guard berdiameter 4,5 m. Pemanas digantung di bagian pinggir area chick guard (1/3 area dari pinggir) pada ketinggian 100 cm dari permukaan lantai kandang dengan sudut kemiringan 15º ke arah 2/3 bagian area kandang yang lainnya. Posisi pemanas ini dapat dipindah setiap kali area chick guard diperluas/diperlebar.

Pemasangan pemanas membentuk sudut 15º di sini berfungsi menyebarkan panas secara merata ke area yang lebih luas sehingga anak ayam tersebar dan mengurangi risiko kematian akibat berdesak-desakan. Selain itu, panas yang dihasilkan terfokus pada area yang dipanaskan dan tidak terhambur ke area lain.

Jika menggunakan semawar, tinggi semawar kurang lebih 80-90 cm dari litter dan diletakkan di tengah-tengah chick guard. Agar panas bisa merata, sebaiknya chick guard brooder berbentuk lingkaran. Selain agar gas merata, chick guard berbentuk lingkaran juga menghindari ayam bergerombol di pojok yang bisa menyebabkan ayam bertumpuk sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Dalam penggunaan pemanas gas, hal yang pasti tidak terlepas ialah pengaturan skala regulator. Regulator berfungsi sebagai pengatur panas yang dihasilkan. Panas ini dapat diatur sesuai kebutuhan ayam sehingga jika dirasa perlu menurunkan suhu cukup dengan menurunkan skala regulator.

Untuk memperoleh tingkat efisiensi yang terbaik, disarankan penggunaan regulator dengan kisaran tekanan 50 – 150 mbar. Jika suplai gas menggunakan tabung besar, maka pemasangan pemanas dapat dilakukan dengan sistem paralel atau seri. Namun jika peternak memanfaatkan tabung gas berukuran 3 kg, maka masing-masing pemanas disambungkan langsung ke tabung gas.

Masih terkait dengan regulator, yang juga perlu untuk diperhatikan ialah jenis atau tipe regulator yang dipakai. Sebaiknya peternak mengikuti ketentuan pengaturan skala tekanan gas yang berlaku pada brosur masing-masing pemanas. Jika skala tekanan gas yang keluar diset melebihi ketentuan, maka konsumsi gas akan boros dan umur pakainya akan lebih singkat. Dengan kata lain pemanas tidak akan tahan lama.

Manajemen brooding yang optimal dapat memperkecil kemungkinan hilangnya panas. Caranya, dengan melakukan kontrol suhu secara rutin sehingga saat suhunya berlebihan, pemanas bisa dikurangi atau dimatikan.

Pengecekan suhu dapat dilakukan 2 – 3 jam sekali bersamaan dengan pemberian ransum menggunakan termometer yang diletakkan di tengah chick guard dengan ketinggian 20 – 30 cm dari litter. Kesesuaian suhu kandang dapat pula diketahui dengan melihat kondisi ayam, yaitu dari aktivitas dan penyebarannya.

Pada suhu yang ideal, anak ayam akan beraktivitas secara normal dan tersebar secara merata ke seluruh kandang brooding. Pemeriksaan melalui kondisi kaki anak ayam dapat pula dilakukan untuk mengetahui suhu tubuhnya, ditandai dengan suhu kaki yang hangat tapi tidak mengalami pecah-pecah.

Tidak hanya itu, lakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada kebocoran gas pada bagian selang gas, klem selang maupun pada tabung gas LPG-nya. Apabila ada bau gas yang menyengat, segera periksa asal sumber bau tersebut kemudian segera lakukan perbaikan bila memang ada komponen yang rusak.

Selama 4 hari pertama, tirai kandang bagian luar diusahakan tertutup 24 jam dengan sedikit celah (sekitar 20 cm) di bagian atas untuk sirkulasi udara dalam kandang. Panas akan lebih optimal jika di dalam kandang di pasang tirai dalam dan plafon. Plafon dan tirai dalam tersebut juga mampu mencegah panas keluar dari dalam kandang di awal masa brooding. Penggunaan chick guard dari bahan seng juga dapat membantu meminimalkan pelepasan panas.

Tirai dalam dan plafon. Membantu menciptakan suhu yang ideal dan stabil

Langkah lain yang dapat diterapkan dalam efisiensi pemanas, yaitu pemanfaatan litter. Untuk kandang panggung misalnya, seluruh lantai dilapisi litter hingga tidak ada celah sedikitpun sehingga tidak memungkinkan banyak panas yang keluar. Litter juga berfungsi menyerap panas sehingga panas yang dirasakan ayam lebih optimal.

Pengaturan kepadatan ayam juga bagian dari penghematan pemanas pada masa brooding. Jika kepadatan ayam bisa diatur sesuai standar, maka ayam akan beraktivitas dengan nyaman serta mampu tumbuh dan berkembang dengan optimal. Hasilnya, berat badan cepat bertambah dan sistem organ cepat berfungsi, termasuk sistem pengaturan suhu tubuhnya.

Agar tidak boros dalam penggunaannya, pemanas gas harus secara rutin dirawat. Penyimpanannya pun tidak boleh sembarangan. Karena jika salah satu bagian (spare part) pemanas yang berfungsi untuk memancarkan panas tersumbat debu dan kotoran, maka panas yang keluar tidak akan optimal. Itu artinya, peternak harus memperbesar volume gas yang diberikan dan tentu akan lebih boros. Berikut cara penyimpanan dan perawatan pemanas gas yang dianjurkan:

a.    Simpan pemanas dalam kondisi bersih. Bersihkan spare part pemanas dari debu secara teratur. Misalnya setelah pemanas selesai digunakan atau setiap 2-3 hari sekali. Gunakan semprotan udara bertekanan rendah untuk membersihkan debu pada bagian luar maupun bagian dalam pemanas. Jangan gunakan semprotan berkekuatan tinggi, air, atau zat kimia untuk membersihkan pemanas.
b.    Simpan pemanas pada tempat yang kering dan bersih. Jangan menyimpan pemanas di atas lantai atau tempat yang lembab.
c.    Masukkan pemanas ke dalam kantong pembungkus saat disimpan untuk melindungi dari debu yang menempel.
d.    Jika diketahui terjadi kerusakan pada pemanas gas, jangan mencoba untuk membongkar sendiri. Segera hubungi petugas lapangan atau produsen pemanas gas terkait.


Dalam praktiknya dilapangan, untuk menghemat biaya bahan bakar, peternak melakukan kombinasi pemanas. Misalkan umur 1-10 hari menggunakan gasolek/semawar gas dan sisanya 11-14 hari menggunakan batu bara. Hal tersebut disebabkan pada umur 11 hari tirai dalam dan plafon umumnya sudah mulai tidak digunakan lagi serta sudah ada buka tutup tirai luar sehingga asap dari batubara bisa terbuang. Agar asap tidak terlalu banyak, nyalakan batu bara di luar kandang, baru setelah briket menjadi bara sebagian dan asap mulai sedikit baru dimasukkan ke dalam kandang. Penyalaan batu bara setelah umur 11 hari juga tergantung suhu udara jadi tidak 24 jam. Biasanya hanya malam hari saja ketika udara dingin. 
0 Komentar untuk "TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (2)"
Back To Top