image TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (1) - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (1)

TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER

Bagian 1. Macam-macam pemanas yang digunakan di Indonesia

Peroide brooding merupakan fondasi untuk menghasilkan ayam dengan performa optimal. Salah satu komponen brooding yang cukup signifikan dalam menciptakan kondisi booding yang optimal adalah pemanas (brooder). Ada fariasi penggunaan jenis pemanas di Indonesia, antara lain gasolek, kompor,semawar, tungku batubara, kayu bakar dan serbuk gergaji.

Pemakaian semawar dengan minyak tanah sebagai bahan bakar pemanas untuk sistem pengindukan alias brooding pernah mendominasi kurang lebih 75 persen peternak di Indonesia. Sangat masuk akal, mengingat harga minyak saat disubsidi sangat murah dan mudah didapat. Investasi peralatannya pun relatif murah, tek heran jika pemakaiannya cukup banyak.

Pada saat itu pun banyak usaha skala industri rumah tangga yang memproduksi alat pemanas berbahan bakar minyak tanah sebagai sarana penunjang produksi peternakan. Namun saat ini, keberadaan minyak tanah susah didapat oleh para peternak yang sangat membutuhkan bahan bakar untuk pemanas brooding, kalau pun ada harganya sudah tidak efisien lagi untuk digunakan sebagai bahan bakar penanas.

Dengan adanya pengalihan bahan bakar minyak tanah ke gas, penggunaan gas elpiji sebagai bahan bakar pemanas semakin populer. Elpiji juga mempunyai keunggulan-keunggulan umum. Keunggulan itu antara lain dengan elpiji suhu lebih terkontrol, selain itu elpiji juga mudah diperoleh. Dibanding minyak tanah, elpiji lebih bagus, lantaran elpiji tidak banyak menyebabkan polusi udara dibanding minyak tanah.

Saat ini, diperkirakan hampir 80% peternak ayam dan semua breeding farm menggunakan bahan bakar gas sebagai pemanas untuk brooding. Alasanya adalah gas paling mudah digunakan. Sebagian besar peternak ayam petelur skala menengah dan besar meyakini bahwa gas paling aman digunakan sebagai pemanas brooding. Pemakaian gas untuk brooding memudahkan pengoperasian, pengaturan suhu, penyalaan dan pematiannya.

Sementara itu, dari bermacam-macam brooder, yang paling disukai dan dianggap terbaik oleh peternak adalah Gasolec yang di antaranya dipasarkan oleh Medion, Agrinusa Jaya Sentosa, dan Mensana Aneka Satwa, selain dari yang terbanyak selama ini didatangkan secara impor. Beredar secara umum di kalangan peternak, bahwa gasolec adalah alat penghangat DOC dengan bahan bakar gas elpiji. Ada yang bisa menghangatkan 800- 1000 ekor DOC.

Namun, kendala terbesar peternak skala kecil dan menengah adalah mahalnya harga gasolek. Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu, peternak skala kecil dan  menegah mensiasatinya dengan membuat brooder mirip semawar tetapi berbahan bakar gas. Selain mudah pengoperasianya seperti gasolek, semawar berbahan bakar gas ini relatif lebih murah. Semawar ini terdiri dari kanopi (tutup payung seng diameter 120 cm) dan kompor high pressure (seperti kompor pedagang mie/nasi goreng) yang bisa di atur besar kecilnya dengan regulator.

Kesimpulanya, dalam pemeliharaan ayam banyak dikenal jenis pemanas di kandang dari yang tradisional hingga modern. Dilihat dari bahan bakar yang digunakan, dikenal 4 jenis pemanas dengan plus minus sebagai berikut:

1.    Pemanas gas brooder

Pemanas gas dengan bahan bakar gas LPG (gasolek) dirancang agar mudah digunakan. Hanya saja karena harganya relatif agak mahal, kadang peternak penuh pertimbangan saat akan menggunakan pemanas gas LPG. Padahal banyak keunggulan yang bisa diperoleh, dengan menggunakan brooder gas LPG diantaranya panas yang dihasilkan cukup, stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi suara maupun udara (asap).


2.    Pemanas batu bara

Batu bara dikenal juga sebagai bahan bakar altenatif non minyak. Saat ini banyak peternak yang sudah memanfaatkannya sebagai pemanas tambahan pada ayam. Panas yang dihasilkan juga cukup bagus. Harga batu bara yang murah serta tungku atau alat pembakar yang sederhana, menjadikan investasi pengadaan pemanas ini murah.

Namun pemakaiannya bukan tanpa kelemahan. Saat digunakan, panas yang dihasilkan cukup namun tidak stabil/sulit diatur, serta diperlukan tungku dalam jumlah yang lebih banyak. Ketika pertama kali dinyalakan juga akan timbul asap yang dapat menganggu pernapasan ayam (bisa menjadi faktor pemicu penyakit pernapasan).

3.    Semawar

Pemanas ini relatif sederhana karena hanya memanfaatkan kompor/tungku seperti yang digunakan oleh penjual mie ayam keliling, yang dimodifikasi dengan diberi payung berbentuk bulat. Bahan bakar yang biasanya digunakan adalah minyak tanah. Namun dengan adanya pembatasan subsidi dan makin langkanya minyak tanah, semawar dimodifikasi sehingga saat ini bahan bakar tersebut diganti dengan gas LPG.

Dari segi biaya pengadaan peralatan, semawar gas LPG relatif lebih murah dibanding pemanas gas modern. Namun kelemahan pemanas ini adalah terjadinya nyala api sehingga sangat riskan menyebabkan kebakaran. Selain itu tudung/payung yang digunakan sebagai pemfokus panas mudah rusak, sehingga akan menyebabkan ada panas yang terbuang percuma, pemborosan penggunaan gas dan penggantian peralatan pemanas yang lebih sering.

4.    Pemanas kayu bakar dan Serbuk Gergaji

Pemanas ini masih sangat tradisional, karena hanya memanfaatkan drum bekas kemudian diisi dengan kayu bakar, sekam padi atau sekam sisa pengergajian kayu yang kemudian dibakar. Biaya pengadaannya paling murah dibandingkan dengan ketiga pemanas sebelumnya, namun saat digunakan paling tidak efektif (bagi yang belum terbiasa).


Selain karena menimbulkan asap sepanjang pemakaian, yang berbahaya bagi kesehatan ayam dan riskan terhadap gangguan saluran pernapasan. Bagi yang belum terbiasa, suhu yang dihasilkan juga sulit dikontrol dan difokuskan. Hal ini bisa berakibat pertumbuhan ayam menjadi tidak merata karena lingkungan yang tidak nyaman dan ayam tidak dapat beraktivitas dengan baik. 
0 Komentar untuk "TIPS IRIT BAHAN BAKAR TANPA MENGURANGI KUALITAS BROODING PADA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR DAN BROILER (1)"
Back To Top