image MENGATASI MASALAH PADA BIBIT AYAM PETELUR DAN PEDAGING - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

MENGATASI MASALAH PADA BIBIT AYAM PETELUR DAN PEDAGING


Bibit dalam budidaya ayam petelur dan broiler biasanya diasumsikan dengan day old chick (DOC) atau ayam umur sehari. DOC turut mementukan performa ayam di kemudian hari. Kualitas DOC yang sejak awal kondisinya kurang baik akan menyebabkan tingginya biaya medikasi dan vaksinasi, inefisiensi pemakaian pakan, keterlambatan pertumbuhan dan berpengaruh pada performance ayam secara keseluruhan. DOC yang buruk dapat berasal dari bibit muda, bibit terlalu tua atau adanya kontaminasi atau kesalahan proses penetasan di hathcry bahkan ada beberapa penyakit yang kemungkinan diturunkan dari induk (walaupun sangat jarang terjadi).

Untuk mengetahui DOC yang kualitasnya kurang baik, kita harus paham dan mengerti dahulu bagaimana DOC ayam yang baik. Beberapa karakteristik yang dapat digunakan untuk menilai kondisi anak ayam (DOC) yang dikatakan baik adalah:

1.    Nampak cerah dan lincah serta mudah berespon, kuat dan aktif untuk bergerak mencari makan dan minum
2.    Kaki berwarna kuning cerah dan nampak penuh dengan daging (tidak keriput)
3.    Tingkat keseragaman berat badannya tinggi baik dari dalam box maupun setelah di kandang sampai umur 7 hari
4.    Pusar menutup rapat dan kering
5.    Paruh dalam kondisi baik dan tidak mengalami perlukaan pada jaringan lunak dari paruh
6.    Tidak ada paruh yang asimetris dan DOC yang buta
7.    Menunjukan kondisi yang normal saja dari perlakuan vaksin primer(tidak stres yang berlebihan dan bersin-bersin)
8.    Tidak terjadi red hock
9.    Kematian pada minggu pertama tidak lebih dari 1%
10. Kematian pada minggu kedua tidak lebih dari 1,5%

Sebagai seorang peternak tentunya akan lebih memilih menggunakan bibit (DOC) yang baik, namun terkadang kondisi di lapangan tidak memungkinkan, terutama disaat DOC langka di pasaran. Nanum, adakalanya bagi peternak yang sudah baik manajemennya, sengaja memilih DOC kualitas II atau biasa disebut DOC BM yaitu DOC yang berasal dari bibit muda karena pertimbangan harga DOC yang lebih murah. Bagi yang sudah terbiasa, DOC BM juga bisa menghasilkan performa produksi yang tidak kalah dengan DOC kualitas I (platinum).

Masalah yang dihadapi pada DOC BM antara lain seperti bobot awal kecil (kurang dari 36 gram) dan ukuran yang kurang seragam (keseragaman jelek). Sedangkan DOC yang berasal dari bibit tua umumnya bobot awal besar diatas 40 gram dan sering terjadi ompalitis atau infeksi tali pusar.

Tentunya dalam pemeliharaan bibit (DOC) yang kurang baik kualitasnya didak bisa disamakan dengan memelihara ayam dengan kualitas baik atau standar. Beberapa perlakukan dan solusi yang dapat dilakukan ketika mendapatkan/memelihara DOC yang kurang baik kualitasnya adalah sebagai berikut:


DOC yang Berasal dari Bibit Muda (BM)

Seperti telah dijelaskan di atas umumnya DOC BM memiliki ciri bobot awal kecil (kurang dari 36 gram) dan ukuran yang kurang seragam (keseragaman jelek). 

Perlakuan yang disarankan:
F Berikan suhu yang yang ideal (32-350C) pada 7 hari pertama. Lakukan kontrol suhu secara berkala 2- 4 jam sekali agar suhu brooding selalu stabil ditandai ayam aktif mencari makan dan minum serta menyebar diseluruh ruangan brooding.
F Hindari suhu berlebihan ditandai ayam panting (megap-megap) dan sayapnya nampak menggantung.
F Bantu DOC yang lemah untuk minum, perbanyak tempat pakan dan minum serta sering bangunkan ayam yang malas makan.
F Lakukan grading (pemisahan DOC berdasarkan ukurannya). Bagi DOC yang bobotnya tertinggal dipisahkan tersendiri dan diberi perlakuan dan perhatian lebih ekstra
F Berikan pakan dengan kuantitas dan kualitas yang memadai
F Beri antibiotik broad spectrum secara bijaksana.

Indikator keberhasilan:
F Pencapaian feed intake paling minimal 160 gram dengan berat badan rata minimal 170 gram pada minggu pertama (DOC normal feed intake minimal 180 dengan bobot minimal 190 gram)

Kunci Keberhasilan:
F Manajemen brooding yang baik yang didukung dengan pakan yang berkualitas dapat menghasilkan ayam dengan performa optimal


DOC Omphalitis atau Infeksi Yolk Sac

Ompalitis

Omphalitis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan DOC yang kondisinya lemah. Kondisi ini dihasilkan oleh adanya infeksi bakterial pada kuning telur (yolk sac). Banyak terjadi pada DOC yang berasal dari bibit yang sudah tua.

Gejala klinis:
F Pada kematian yang bersifat akut, tingkat kematian cenderung selalu tinggi pada hari ke 3-4
F Bau yang tidak sedap dan warna yolk sac kening kecoklatan kadang kuning kehijauan
F Yolk sac kadang juga nampak mengeras seperti keju atau sebagian nampak mengeras.
F Peritonitis dan airsacculitis

Penyebab:
F Sanitasi yang kurang baik dari telur tetas di hatchery
F Kontaminasi bakteri pada hatchery
F Kondisi pusar yang kurang baik. Adanya keropeng basah yang menempel pada pusar menyebabkan bakteri mudah menginfeksi ke dalam yolk sac.

Perlakuan yang disarankan:
F Berikan suhu yang yang ideal (32-350C) pada 7 hari pertama. Lakukan kontrol suhu secara berkala 2- 4 jam sekali agar suhu brooding selalu stabil ditandai ayam aktif mencari makan dan minum serta menyebar diseluruh ruangan brooding. Pastikan ayam segera makan agar kuning telurnya cepat terserap.
F Hindari suhu berlebihan ditandai ayam panting (megap-megap) dan sayapnya nampak menggantung.
F DOC yang tali pusarnya pasah segera dipisahkan dan dioles dengan iodin pada bagian pusarnya untuk mencegah infeksi
F Lakukan grading (pemisahan DOC berdasarkan ukurannya). Bagi DOC yang bobotnya tertinggal dipisahkan tersendiri dan diberi perlakuan dan perhatian lebih ekstra. Sedangkan yang busuk tali pusarnya di culling (dimusnahkan).
F Berikan pakan dengan kuantitas dan kualitas yang memadai.
F Beri antibiotik broad spectrum selama 4 hari pertama dan 3 hari sebelum dan sesudah vaksinasi.

Indikator keberhasilan:
F Pencapaian feed intake minimal 160 gram dengan berat badan rata minimal 170 gram pada minggu pertama
F Mortalitas minggu pertama kurang dari 1,25% dan menurun di minggu kedua.

Kunci Keberhasilan:
F Manajemen brooding yang baik yang didukung dengan pakan yang berkualitas
F Pemilihan dan pemberian antibiotika yang tepat untuk mencegah infeksi penyakit lebih lanjut serta menghindari resistensi obat


Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi dimana DOC nampak lesu karena kehilangan cairan yang cukup banyak. Dapat dilihat pada mengkerutnya kulit dan warna pucat pada kaki.

Gejala klinis:
F Biasanya dari ayam yang ukurannya kecil dengan sayap nampak menggantung
F Otot nampak hitam. Kulit kaki nampak mengkerut dan kering bersisik
F Ada timbunan asam urat di ginjal dan ureter dan sekitar jantung
F “Starve-out” (mati karena kelaparan) atau tanpa pakan dalam intestinalnya

Penyebab:
F Tidak tersedia air dalam jumlah yang cukup karena ayam tidak dapat berdirimencari makan dan minum
F Kedinginan atau sangat kepanasan selama transportasi
F Masalah “air flow” pada incubator hatchery
F DOC yang awal menetas biasanya memiliki kecenderungan mudah dehidrasi karena menunggu jadwal full chick dan selama transportasi

Penanganan:
F Berikan suhu yang yang ideal (32-330C) pada 7 hari pertama. Lakukan kontrol suhu secara berkala 2- 4 jam sekali agar suhu brooding selalu stabil ditandai ayam aktif mencari makan dan minum serta menyebar diseluruh ruangan brooding. Pastikan ayam segera makan agar kuning telurnya cepat terserap.
F Hindari suhu berlebihan ditandai ayam panting (megap-megap) dan sayapnya nampak menggantung.
F DOC yang lemah harus dibantu untuk segera minum. Untuk membantu ayam mudah mencari makan segera setelah ditebar, taburkan sedikit pakan pada koran secara merata.
F Beri minum yang mengandung gula ATP untuk membantu mempercepat pemulihan kondisi dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian vitamin elektrolit.
F Lakukan grading (pemisahan DOC berdasarkan ukurannya). Bagi DOC yang bobotnya tertinggal dipisahkan tersendiri dan diberi perlakuan dan perhatian lebih ekstra. Sedangkan yang ekstrim berat badannya (diperkirakan tidak bisa normal) segera diculling.
F Berikan pakan dengan kuantitas dan kualitas yang memadai.
F Beri antibiotik broad spectrum secara bijaksana.

Indikator keberhasilan:
F Pencapaian feed intake minimal 160 gram dengan berat badan rata minimal 170 gram pada minggu pertama
F Mortalitas minggu pertama kurang dari 1,25% dan menurun di minggu kedua.

Kunci Keberhasilan:
F Manajemen brooding yang baik yang didukung dengan pakan yang berkualitas
F Pemberian gula ATP untuk mempercepat pemulian kondisi
F Seleksi (grading dan culling) secara tepat dan cepat.

Lebih lengkapnya mengenai masalah dan solusi pemeliharaan ayam broiler bisa dibaca di buku Panduan Lengkap Ayam Broiler
0 Komentar untuk "MENGATASI MASALAH PADA BIBIT AYAM PETELUR DAN PEDAGING"
Back To Top