image KONSULTASI TEKNIS, BAGAIMANA KOMPOSISI MENYUSUN RANSUM AYAM PETELUR? - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

KONSULTASI TEKNIS, BAGAIMANA KOMPOSISI MENYUSUN RANSUM AYAM PETELUR?




Bpk. Sirojuddin
Lamongan-Jawa Timur


Assalamualaikum. Maaf mengganggu, saya mau tanya mas kalau untuk komposisi pembuatan pakan ayam petelur itu apa saja ya?? Soalnya ditempatku banyak petani jagung, tapi aku bingung yang dimaksud dengan KATHUL dan Konsentrat pada makanan ayam itu apa.. Terimakasih.


Jawab :

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Pakan ayam petelur yang selama ini ada di peternak ada tiga, yaitu mencampur antara konsentrat dari pabrik dengan jagung dan bekatul (dedak), penggunaan pakan jadi dari pabrik dan menyusun sendiri ransum ayam.

Mungkin yang anda maksud KATHUL adalah Bekatul (dedak). FAO telah membedakan pengertian dedak dan bekatul. Dedak merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi yang terdiri dari lapisan luar butiran beras (perikarp dan tegmen) serta sejumlah lembaga beras. Sedangkan bekatul, terdiri dari lapisan dalam butiran beras, yaitu lapisan aleuron/kuit ari, serta sebagian kecil endosperma berpati. Dalam proses penggilingan padi di indonesia, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.

Konsentrat ayam juga merupakan  pakan atau campuran pakan yang mengandung nutrien tinggi. Penggunaanya harus dicampur dengan bahan pakan lain, terutama bahan pakan sumber energi dengan prosentase tertentu untuk mendapatkan pakan seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisi ayam. Misalnya dedak, sorgum, jagung, pollard dll.

Jika di daerah anda memang banyak jagung, tentunya menggunakan pakan campuran (bukan pakan jadi) tentunya akan lebih menguntungkan. Bahan pakan yang umum digunakan sebagai campuran konsentrat adalah jagung dan dedak padi.
Untuk mendapatkan nilai nutrisi yang seimbang, tentunya peternak harus mengetahui dahulu kandungan bahan pakan yang digunakan serta berapa kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.

Misalkan, peternak ingin menyusun pakan pakan untuk ayam petelur periode produksi. Bahan yang ada adalah konsentrat dengan kadar proten kasar (PK) 35% (kandungan PK bisa dilihat di label yang ada dikarung pakan), jagung kuning dengan kadar PK 8% dan dedak padi dengan PK 11%. Kebutuhan nutrisi ayam petelur periode produksi adalah 18%.
a.    Berapa persen konsentrat, jagung dan dedak padi yang harus dicampur untuk menghasilkan pakan ayam petelur dengan kandungan PK 17,75%?
b.    Berapa Kg Konsentrat, jagung dan dedak yang digunakan untuk membuat 200 kg pakan?


Langkah 1. Cari data tentang kandungan bahan pakan yang akan digunakan

Langkah 2. Mulai dilakukan penyusunan formula ransum, misalkan kita mencampur untuk konsentrat 1 karung (50 kg). Metode yang digunakan adalah coba-coba (trial and error)

Bahan Pakan
Jumlah yang digunakan
(Kg)
% dalam pakan
Konsentrat
50
50/142 x 100% = 35,2%
Jagung
72
72/142 x 100% = 50,7%
Dedak padi
20
20/142 x 100% = 14,1
Total
142
100%

Langkah 3. Cek kadar protein yang dihasilkan

Konsentrat = 35,2 x 35% = 12,32%
Jagung = 50,7 x 8% = 4,06 %
Dedak            = 14,1 x 11% = 1,55%
Total = 17,94%

Jadi perbandingan bahan pakan konsentrat, jagung dan dedak adalah 35,2% : 50,7%  : 14,1%. Dengan perbandingan tersebut ternyata dihasilkan pakan dengan kandungan PK 17,94% sehingga terjadi kelebihan 0,19%. Hal ini tidak masalah untuk mengantisipasi jika kualitas bahan seperti dedak atau jagung yang terkadang di bawah standar.

Untuk membuat pakan ayam petelur sebanyak 200 kg, berarti kebutuhan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Konsentrat = 35,2% x 200 kg = 70,4 Kg
Jagung = 50,7% x 200 kg = 101,4 kg
Dedak            = 14,1% x 200 kg = 28,2 kg
Total  = 200 Kg


Tag : Konsultasi
0 Komentar untuk "KONSULTASI TEKNIS, BAGAIMANA KOMPOSISI MENYUSUN RANSUM AYAM PETELUR?"
Back To Top