image KONSULTASI TEKHNIS, KENAPA SELALU TERJADI BANYAK KEMATIAN SETIAP UMUR 17-20 HARI PADA AYAM BROILER SAYA?? - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

KONSULTASI TEKHNIS, KENAPA SELALU TERJADI BANYAK KEMATIAN SETIAP UMUR 17-20 HARI PADA AYAM BROILER SAYA??

Bpk. Fulan
Lampung-Sumatera
0813791XXXXX

Selamat Pagi, maaf sebelumnya sudah mengganggu. Saya mau menanyakan masalah ayam saya, kenapa ayam broiler saya selalu terjadi kematian/sakit secara berulang tiap periode mulai kisaran umur 17-19 hari. Sebagai informasi, kandang saya adalah kandang panggung, turun sekam pada kisaran 18 hari-an dan diturunkan secara sekaligus dalam satu hari. Gejala sakit, ayam lesu, berak putih tetapi tidak ada tanda atau bercak/bintik merah di paha atau di dada. Kira-kira ayam broiler saya terkena penyakit apa? Dan bagaimana mengatasinya? Kenapa kasus tersebut selalu berulang. Terima kasih.

Jawab

Selamat Pagi. Sebenarnya untuk mendiagnosa penyakit ayam, perlu dilakukan dengan kecermatan dan data-data yang akurat. Data-data dapat diperoleh melalui data recording, pengamatan bagian luar (ayam hidup/mati), bagian dalam memalui pemeriksaan patologi anatomi dengan bedah bangkai bahkan jika diperlukan pemeriksaan laboratorium. Namun, untuk kasus-kasus yang umum terjadi, data yang digunakan tidak memerluka pemeriksaan laboratorium. Keakuratan data diperlukan agar tidak terjadi kesalahan diagnosa. Kesalahan diagnosa dapat mengakibatkan kesalahan penanganan sehingga peluang kesembuhan menjadi kecil.

Untuk pertanyaan diatas, dengan data yang bapak sampaikan meskipun terlalu sedikit, perkiraan saya ayam broiler bapak terkena Gumboro. Yang menjadi pertimbangan saya adalah 1) penyakit terjadi setelah turun sekam dan turun sekam dilakukan secara sekaligus 2) kondisi ayam lesu 3) adanya berak putih. Jika benar, berikut ini yang dapat dilakukan.

Gumboro. Berak putih salah satu gejalanya

Berdasarkan pengalaman saya, kondisi seperti ini tidak hanya terjadi pada anda. Gumboro banyak terjadi setelah turun sekam (pada kandang panggung) apalagi turun sekam dilakukan secara sekaligus tidak secara bertahap. Kondisi ini mengakibatkan ayam menjadi stress sehingga berdampak pada turunnya daya tahan tubuh sehingga penyakit mudah menginfeksi ayam, salah satunya virus penyebab Gumboro. Kondisi ini diperkuat dengan adanya kejadian yang berulang-ulang di tiap periode sehingga ini menunjukkan virus gumboro di peternakan anda cukup kuat.

Bagaimana penangananya? Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan gumboro karena gumboro merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Tindakan yang ada hanya mengurangi efek kesakitan ayam dan meningkatkan daya tubuhnya sehingga kematian bisa diminimalisir. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh, air gula untuk meingkatkan stamina dan paracetamol untuk menghilangkan demam, meriang/mengurangi kesakitan ayam.

Setahu saya, ada pabrikan obat hewan yang menjual produk dengan kandungan vitamin C, paracetamol dan ATP (gula). Namun jika di daerah anda tidak ada obat/vitamin dengan kandungan tersebut, anda bisa menggunakan vitamin anti stress yang dicampur dengan paracetamol. Pengalaman saya, dosis yang cukup manjur adalah 1 tablet parasetamol 500 gr untuk 5 liter air. Kemudian malam harinya diberi larutan gula 2%. Berikan sampai kondisi ayam normal kembali. Begitu ayam sudah normal, beri antibiotik spektrum luas untuk mencegah/mengobati adanya infeksi sekunder yang kemungkinan datang karena gumboro bersifat imonosupresif atau menurunkan kekebalan sehingga dapat mengundang penyakit lain datang.

Untuk kedepanya, pencegahan harus dilakukan secara seksama yang dimulai dari pembersihan kadang secara teliti. Kotoran yang menempel di kandang maupun di kolong kandang harus dibersihkan jangan ada yang tersisa dan semprot dengan antiseptik yang berbeda-beda jenisnya, istirahat kandang minimal 21 hari terhitung sejak kandang bersih, vaksinasi diperbaiki baik dengan mengganti merk vaksin ataupun manajemen vaksinasinya. Khusus untuk turun sekam, hendaknya dilakukan secara bertahap selama 4 hari jangan di sekaliguskan. Saat turun sekam jika pemanas masih tersedia, berikan pemanas tambahan pada saat puncak suhu dingin (biasanya jam 00.00-04.00). Selain itu, beri vitamin C atau anti stess pada pag hari dan malam hari dikasih air gula 2%. Jika diperlukan pemberian vitamin C bisa dicampur dengan parasetamol 500 gr dengan dosis 1 butir untuk 10-20 liter.


Perlu diingat, upaya pencegahan atau pengobatan harus dibarengi dengan perbaikan manajemen pemeliharaan. Percuma pengobatan atau pencegahan dilakukan tanpa memperbaiki manajemen pemeliharaan. Pencegahan terbaik adalah manajemen pemeliharaan yang baik. Terima kasih, mudah mudahan bermanfaat.  
Tag : Konsultasi
0 Komentar untuk "KONSULTASI TEKHNIS, KENAPA SELALU TERJADI BANYAK KEMATIAN SETIAP UMUR 17-20 HARI PADA AYAM BROILER SAYA??"
Back To Top