image Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 3) - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 3)

Sukses Beternak Boiler
Ternak Pertama - Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 3) - Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian 2, periode brooding merupakan fondasi terwujudnya performa ayam yang optimal dengan memberikan pakan dan minum segera setelah DOC masuk ke dalam ruang brooding. Selanjutnya,

2. Menciptakan Kondisi Kandang yang Nyaman

Tata laksana kandang dilaksanakan agar ruang brooding mampu menjadi tempat yang nyaman bagi ayam sesuai dengan fungsinya. Kandang harus mampu menyediakan tiga hal dalam kondisi ideal, yaitu:

A) Suhu dan kelembaban udara

Dengan termohigrometer, lakukan pengamatan kelembaban udara dan suhu tiap hari. Kelembaban udara yang baik adalah 60-70%. Kelembaban tinggi menyebabkan litter cepat basah dan meningkatkan kadar ammonia di kandang. Kelembaban yang rendah pun akan mengakibatkan gangguan pernapasan seperti panting (megap-megap) dan ngorok. Ayam yang panting dan ngorok rentan terserang penyakit pernapasan seperti CRD dan colibacillosis. Solusi mengatasi kelembaban kandang adalah dengan mengatur tirai kandang sesuai kondisi yang dibutuhkan sehingga pertukaran udara dari dalam dan luar kandang lancar. Solusi lain ialah memasang blower.

Kandang yang baik harus memiliki fasilitas untuk menciptakan suhu yang ideal. Suhu lingkungan ideal untuk periode starter adalah 32-33oC selanjutnya adalah 25-28oC. Suhu tersebut akan berkurang secara periodik mengikuti perkembangan tubuh ayam. Jika lebih dari itu maka ayam beresiko terkena heat stress.

Baca Juga :
Heat stress dapat diatasi antara lain dengan pengaturan tirai kandang, mengatur kepadatan ayam, membuat atap monitor, memilih bahan atap yang mampu menahan panas, dan menyemprot kandang dengan air yang diberi disinfektan secara halus (kabut) dengan sprayer di dalam kandang. Cara lain bisa dilakukan dengan memasang kipas angin atau blower di dalam kandang serta memberikan vitamin, terutama vitamin C dan E untuk membantu mengatasi stress. Pemberian vitamin elektrolit juga diperlukan guna menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh sehingga stamina tubuh tetap optimal
Jika suhu lingkungan rendah maka ayam akan kedinginan. Nafsu makan meningkat tetapi bobot badan tidak bertambah karena sebagian besar energi diarahkan untuk menghangatkan tubuh ayam. Lakukan penutupan kandang dengan tirai dan menyalakan brooder (pemanas) agar suhu lingkungan kembali nyaman.

B) Cahaya


Cahaya yang cukup bertujuan agar ayam lebih mudah menemukan pakan dan minum sehingga merangsang nafsu makan, pertumbuhan serta perkembangan organ reproduksi ayam.
Standar udara berkualitas baik adalah kadar ammonia, debu dan CO2 rendah serta menyediakan oksigen dalam kadar cukup. Hal-hal yang bisa dilakukan peternak adalah :

  1. Rekayasa kandang dengan memberikan ruang bagi pertukaran (sirkulasi) udara dengan menggunakan atap monitor
  2. Rutin mengangkat litter yang basah dan mengganti dengan yang baru.
  3. Perencanaan kandang yang baik (arah kandang, jarak antar kandang, dan lokasi        kandang)
  4. Pengaturan kepadatan kandang
  5. Pengaturan sirkulasi udara melalui manajemen buka tutup tirai, penggunaan lantai slat (panggung) dan juga penambahan blower atau fan (kipas)
  6.  Manajemen litter yang baik dengan melakukan pembolak balikan litter secara teratur    setiap 3-4 hari sekali


C. Kepadatan Kandang


Mengatur kepadatan kandang bertujuan menciptakan pertumbuhan ayam agar seragam. Pelaksanaan pelebaran kandang dilakukan dengan menggeser ruang brooding setiap dua hari sekali sesuai dengan pertumbuhan ayam. Jika terlambat dalam pergeseran ruang brooding akan menimbulkan bertumpuknya amoniak kandang, kurangnya suplai oksigen, rendahnya feed intake karena jumlah tempat pakan dan minum kurang sehingga pertumbuhan terhambat dan tidak seragam. Sebisa mungkin dilakukan grading (pemilihan ayam) pemilah-milahan ayam berdasarkan ukuranya sehingga tidak terjadi persaingan mendapatkan pakan.

3.Menerapkan Tata Laksana Kesehatan yang Baik

Tata laksana kesehatan dimaksudkan untuk memelihara kesehatan ayam yang mencakup tindakan vaksinasi, pengobatan dan biosekuriti. Peternak perlu mewaspadai umur tertentu saat ayam rawan penyakit. Misalkan, umur 2-3 minggu pasca lepas brooding, saat lepas sekam (pada kandang panggung. Di umur 3 minggu, antibodi maternal sudah tidak melindungi lagi sehingga ayam rentan terserang. Solusi yang dapat dilakukan adalah menjalankan program bioscurity yang ketat.

Tingkat stres yang tinggi saat lepas sekam menyebabkan ayam rentan terkena penyakit pernapasan seperti CRD dan korisa. Solusinya adalah memperlakukan ayam sebaik mungkin, melakukan lepas sekam secara bertahap dan berikan vitamin antistess dan air gula (jika diperlukan) sesuai kondisi. Antibiotik diberikan sesuai kebutuhan dan di rolling pemberian jenis antibiotiknya.

Biosekurity adalah serangkaian program yang mencakup kebijakan dan praktek yang dirancang untuk mencegah masuknya dan menyebarkan agen penyebab penyakit pada ayam.  Agen penyebab penyakit menyebabkan penurunan kinerja, mortalitas dan hilangnya pendapatan. Agen penyakit meliputi virus, bakteri, protozoa, jamur, parasit (eksternal dan internal).  Bioscurity meliputi isolasi, pengendalian lalu lintas dan sanitasi.


Isolasi merupakan cara untuk menjauhkan ayam dari sumber penyakit seperti memagari areal perkandangan sehingga binatang liar tidak bisa masuk ke arel farm.  Pengendalian lalulintas dapat dilakukan dengan membatasi keluar masuk orang dan kendaraan ke dalam lokasi kandang termasuk memastikan para pekerja kandang tidak memelihara unggas lain baik dirumah atau dilokasi kandang. Sanitasi bertujuan membunuh bibit penyakit. Sanitasi dapat dilakukan dengan menjaga dan mengelola kebersihan kandang, disinfeksi (penyemprotan dengan disinfektan dan atau celup kaki/dipping) baik kandang, orang maupun kendaraan yang masuk ke areal peternakan.



Tag : Artikel, Broiler
0 Komentar untuk "Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 3)"
Back To Top