image Sistem Perkandangan Ayam Broiler - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Sistem Perkandangan Ayam Broiler

http://ternakpertama.blogspot.com/2014/11/penyakit-paling-sering-terjadi-pada.html
Sistem Perkandangan Ayam Broiler
Ternak Pertama. Sistem Kandang Ayam Broiler - Secara umum, kandang beperan memberikan kenyamanan pada ayam yang dipelihara agar dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat memberikan produksi yang optimal. Pada prinsipnya kandang memiliki fungsi melindungi ayam dari sengatan matahari, hujan, angin, atau binatang buas; mempermudah penanganan; dan untuk memperoleh produksi yang efisien.  
Kandang yang digunakan dalam pemeliharaan broiler bisa berupa kandang sewa maupun membangun sendiri kandang. Semua itu, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran/modal maupun lahan yang tepat disesuiakan dengan kondisi lingkungan setempat.

A.   Memilih Lokasi Kandang

Sebelum memutuskan membangun atau menyewa kandang, terlebih dahulu perlu mencari lokasi yang tepat. Lokasi yang dipilih untuk peternakan harus strategis dan dekat dengan pemasaran. Selain itu, kandang yang nyaman harus berada di lokasi yang nyaman pula. Lahan yang digunakan untuk peternakan sebaiknya adalah lahan yang kurang produktif, seperti tanah pertanian kering, tegalan, atau sawah tadah hujan namun memiliki persyaratan baik teknis untuk peternakan broiler. Pedoman memilih lokasi adalah sebagai berikut:

1.    Terdapat sumber air yang baik dan memadai
Air merupakan kebutuhan pertama yang harus terpenuhi dalam lokasi kandang. Peranan air sangat vital bagi produktivitas ayam. Selain untuk memenuhi kebutuhan minum ayam, air juga berguna untuk mencuci kandang dan peralatan baik pada masa pemeliharaan atau saat pembersihan kandang (persiapan kandang).
Sumber air yang ada juga harus menjamin ketersediaan sepanjang tahun karena kekurangan air akan mengganggu produktivitas ternak. Selain itu, air juga harus memiliki kualitas yang sesuai untuk kebutuhan ayam baik secara fisik, kimia dan biologis. Jika air tanah yang ada ternyata memiliki kualitas yang kurang memenuhi secara fisik, kimia dan biologis, tetapi lokasi lahan baik secara teknis, maka perlu adanya pegolahan air agar air memiliki kualitas yang dikehendaki.
Kini sudah banyak alat dipasaran yang bisa mengolah air agar memenuhi persyaratan kualitas yang diinginkan baik fisik, kimia, dan biologis. Secara umum, prinsip kerjanya seperti alat pada air isi ulang. Namun, jika memungkinkan bisa saja menggunakan sumber air dari PDAM sehingga praktis langsung bisa digunakan. Baik pengolahan maupun menggunakan sumber air PDAM tentunya membutuhkan tambahan biaya.

2.    Dekat dengan pemasaran
Lokasi yang dekat dengan pemasaran mempunyai berbagai keuntungan antara lain harga jual lebih tinggi, biaya transport lebih rendah dan biasanya lebih disukai customer. Hal ini berarti proses panen bisa lebih cepat dan memudahkan peternak dalam menerapkan sistem all in all out.

3.    Akses jalan mudah
Akses jalan yang mudah diperlukan untuk memperlancar proses panen, pengiriman DOC, OVK, pakan maupun segala sesuatu yang dibutuhkan dalam peternakan. Jalan harus kuat dan  bisa dilalui kendaraan kengan kapasitas minimal 8 ton. Jika kandang jauh dari jalan raya, harus diusahakan dibuat jalan tersendiri menuju lokasi kandang.

http://ternakpertama.blogspot.com/2014/11/penyakit-paling-sering-terjadi-pada.html

 
4.    Jauh dari lokasi pencemaran dan peternakan lain
Maksudnya adalah pilihlah lokasi yang masih steril dari berbagai penyakit unggas. Hindari membangun atau menyewa kandang dilokasi yang sering terjangkit kasus penyakit. penyakit. Lokasi yang sudah padat dengan peternakan biasanya relatif rawan penyakit ternak. Untuk itu, usahakan lokasi kandang jauh dari lokasi peternakan lain seperti broiler, puyuh, itik, ayam kampung dll.. Hal ini, untuk menghindari penularan penyakit dari satu peternakan ke peternakan lain karena chick in dan umur tidak seragam sehingga siklus penyakit tidak terputus.  Jika memungkinkan, jarak dengan peternakan lain adalah 1 km, jika tidak memungkinkan maka bioscurity harus diperketat.

5.    Jauh dari pemukiman penduduk
Pemilihan lokasi peternakan yang jauh dari pemukiman adalah untuk menghindari protes dari masyarakat akibat kegiatan peternakan seperti bau kotoran, debu dan lalulalang kendaraan yang membawa sapronak serta saat panen. Selain itu, juga untuk menghindari lalu lalang ternak peliharaan penduduk seperti ayam kampung yang bisa mendatangkan penyakit. Namun, realita di lapangan terkadang kandang berada dilokasi pemukiman penduduk. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan peternak kepada warga misalnya dengan memberikan dana sosial untuk kegiatan pemuda, kegiatan keagamaan dll. Untuk menghindari lalulintas orang, kendaraan dan hewan piaraan kandang harus dilengkapi dengan pagar keliling dan diterapkan bioscurity yang baik.

6.    Kondisi dan struktur tanah
Kondisi dan struktur tanah berhubungan dengan keamanan, sirkulasi udara, drainase dan kelembaban kandang. Lahan yang digunakan untuk lokasi kandang diusahakan rata. Tanah yang rata memungkinkan angin bertiup dengan lancar sehingga mampu memberikan sirkulasi udara yang baik bagi kandang. Sirkulasi udara yang baik sangat dibutuhkan untuk membuang zat-zat berbahaya yang dihasilkan baik dari kotoran ayam maupun dari pemanas (brooder) seperti amoniak, H2S dan CO2 yang dapat memicu terjadinya penyakit pernafasan seperti CRD. CRD bersifat imunosupresif (menurunkan kekebalan) sehingga bisa memicu munculnya penyakit lain seperti collibasilosis, ND dan sebagainya. Selain itu, sirkulasi udara yang baik akan menjamin suplay O2 yang dibutuhkan ternak serta mengurangi kelembaban kandang.
Namun, bukan berarti tanah yang berbukit tidak bisa digunakan. Lahan dengan struktur tanah berbukit bisa saja digunakan sebagai lokasi kandang asalkan memenuhi kriteria tidak rawan longsor dan pembuatan kandang harus memenuhi syarat teknis. Misalnya jika tanah bergawir, maka jarak gawir dari kandang minimal 8 meter agar percikan air hujan tidak masuk ke kandang, lebar kandang maksimal 6 meter  dan tidak ada tanaman yang tinggi untuk memperlancar sirkulasi udara dan mengurangi kelembaban kandang, drainase harus baik untuk menghindari genangan air, dan tetap memperhatikan arah kandang membujur timur – barat agar intensitas matahari cukup.  

7.    Memungkinkan untuk pengembangan
Hal yang tidak kalah penting dalam menentukan lokasi peternakan adalah lahan tersebut masih memungkinkan untuk perluasan kandang. Hal ini diperlukan jika suatu saat usaha berkembang dengan baik bisa menambah populasi sehingga lokasi peternakan mengomplek untuk memudahkan pengawasan (kontrol), mempermudah panen dan menekan biaya transportasi.

B.   Konstruksi Kandang

Bentuk kandang memiliki banyak model dengan biaya pembuatan yang juga bervariasi, tergantung jenis kandangnya. Konstruksi kandang harus disesuaikan dengan keadaan lokasi dan modal yang dimiliki. Berikut adalah gambaran yang bisa dijadikan acuan dalam membuat kandang.
Prinsip dalam pembuatan kandang adalah kuat/kokoh, murah dan mampu memberikan kenyamanan pada ayam. Kekuatan kandang harus diperhitungkan dalam pembuatan kandang karena berkenaan dengan keselamatan ayam dan pekerja kandang. Kandang harus bisa kuat (kokoh) terhadap terpaan angin, dan mampu menahan beban ayam. Untuk itu perlu diperhatikan konstruksinya agar kokoh dan tidak mudah ambruk. Disamping kuat, pembangunan kadang diusahakan murah, namun bukan berarti murahan. Artinya pembangunan kandang hendaknya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di daerah setempat tanpa mengurangi kekuatan kandang karena setelah kandang terbangun dan digunakan, diperlukan perawatan secara berkala agar kandang tetap awet. Jika menggunakan bahan yang murah dan mudah di dapat, maka akan memperingan biaya perawatan kandang.

Gambar 2. Atap Kandang sistem Monitor
Faktor terpenting dalam memilih atau membuat kandang adalah memperhatikan segi kenyamanan ayam. Kandang yang nyaman akan mendukung pertumbuhan ayam. Dengan demikian, berkenaan dengan konstruksi kandang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1.    Atap. Bentuk atau Mengunakan atap monitor. Atap monitor baik karena pertukaran udara lebih lancar sehingga pembuangan gas beracun seperti H2S, NH3 dan CO2 bisa lebih maksimal.
2.    Tinggi dinding minimal 1,8 m untuk kandang postal tunggal. Untuk kandang tingkat, tinggi dinding bawah minimal 2 m dan tinggi dinding atas minimal 1,7 m
3.    Lebar kandang maksimal 8 meter. Namun, untuk kandang tingkat lebar kandang maksimal 7 m.  Jika kandang dekat gawir (terhalang tebing) lebar maksimal 6 m dengan jarak minimal kandang dari gawir (tebing) 8 m. Usahakan, tinggi tebing jangan melebihi ½ tinggi kandang dengan drainase yang baik.
4.    Jarak antar kandang minimal satu lebar kandang (8 meter), diukur dari bagian terluar kandang
5.    Dinding kandang bisa menggunakan bambu atau kawat dan tiang harus kokoh bisa dari bambu, kayu, atau cor. 
6.    Kemiringan atap baik, antara 30-45 Derajat. Prinsipnya air bisa cepat turun dan tidak menggenang.
7.    Arah kandang membujur barat timur agar kandang mendapatkan sinar matahari yang cukup tetapi tidak langsung mengenai ayam. Jika matahari terlalu banyak masuk ke dalam kandang maka suhu kandang menjadi tinggi serta akan menyebabkan “kepadatan semu”. Kepadatan semu adalah kondisi ayam yang mengumpul disalah satu sisi kandang yang tidak terkena matahari langsung. Kondisi ini biasanya terjadi pada pagi dan sore hari ketika matahari masuk ke dalam kandang. Akibat dari kepadatan semu adalah suhu dan gas beracun disalah satu sisi meningkat karena kepadatan menjadi tinggi dan distribusi tempat pakan dan minum menjadi tidak seimbang, akibatnya konsumsi pakan menjadi menurun dan tidak merata sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan ternak.

Gambar 3. Kandang membujur timur-barat
8.    Bahan atap bisa dari asbes, genting, seng, ijuk/rumbia, atau aluminium foil. Pilihan atap disesuaikan dengan lokasi kandang (suhu dan kelembaban), ketersediaan bahan, dan ketersediaan dana.


Tag : Artikel, Broiler
0 Komentar untuk "Sistem Perkandangan Ayam Broiler"
Back To Top