image Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 2 ) - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 2 )

Ternak PertamaKiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 2 ) Pada Kiat Sukses Beternak Broiler bagian 2 kali ini saya akan melanjutkan mengenai manajemen brooding dimana ini akan menjadi satu kesatuan dengan pembahasan sebelumnya.  Oleh karena itu, untuk memperjelas kiranya saya ulas sedikit bagian pada edisi sebelumnya.
Bagaimana cara mengoptimalkan pertumbuhan di periode brooding? Caranya adalah dengan memberikan kondisi brooding dan memberikan pakan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mencapai kondisi tersebut dapat dilakukan dengan cara?

Baca Juga :
Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 1) 

1.     Memberikan Pakan dan Minum Segera Setelah DOC Chick In 



Pemberian pakan segera chick in dimaksudkan agar organ pencernaan ayam dapat berkembang dengan maksimal misalnya lambung, tembolok, usus, hati, pankreas dan sebagainya baik dalam ukuran maupun panjangnya. Untuk vili usus, perkembangan yang baik ditunjukkan dengan ukuran vili yang panjang, besar, jumlah banyak dan seragam. Vili yang seperti itu akan membantu efisiensi ransum.


Organ pencernaan anak ayam umur 2 hari.  Saluran pencernaan berkembang paling baik pada ayam yang langsung diberikan ransum saat chick in (atas). Yang tengah ialah yang diberikan 8 jam setelah chick in sedangkan yang paling bawah ialah yang belum diberikan ransum sama sekali

Ayam broiler modern harus diberikan pakan segara setelah ayam masuk brooding bersamaan dengan pemberian minum. Pakan diberikan dengan sistem ad libitum terutama 7 hari pertama, artinya pakan selalu tersedia di dalam tempat pakan. Pemberian pakan secara  ad libitum memungkinkan feed intake dapat tercapai karena ayam dapat makan kapan saja sehingga kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi untuk mendukung pertumbuhan, timbulnya kekebalan serta meningkatkan keseragaman.

Pemberian pakan dan air minum segera setelah ayam masuk brooding yang nyaman menentukan penyerapan kuning telur. Pada umumnya sisa kuning telur akan habis dalam waktu 5 hari setelah menetas. Hal ini terjadi karena gerakan anti peristaltik yang mentransfer kuning telur hingga ke duodenum dirangsang oleh kehadiran makanan di saluran pencernaan (usus). Untuk memastikan ayam sudah makan maka cek tembolok ayam jika terasa kenyal (tidak keras dan tidak lembek) maka berarti ayam sudah makan dan minum. pastikan

Dari data penelitian diketahui bahwa sisa kuning telur digunakan lebih cepat oleh anak ayam yang sudah mendapatkan ransum lebih awal, dibandingkan pada anak ayam yang dipuasakan terlebih dahulu hingga 48 jam. Meskipun sebenarnya sisa kuning telur cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup anak ayam hingga umur 3-4 hari tanpa diberi ransum, namun tetap tidak dapat mendukung perkembangan saluran pencernaan dan sistem kekebalan maupun pertambahan berat badannya. Dampak yang terjadi apabila sisa kuning telur terlambat diserap salah satunya memicu timbulnya penyakit omphalitis.

Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 2 )
Kuning Telur yang Tidak Terserap Sempurna

Tentunya agar doc saat pertama kali masuk ruangan brooding bisa langsung makan, maka tentunya doc memerlukan kondisi lingkungan brooding yang nyaman. Untuk itu diperlukan berbagai persiapan menjelang DOC masuk, yaitu sebagai berikut:

Hal yang harus diperhatikan dal proses brooding adalah:
·          Pemanas harus dihidupkan paling tidak satu jam sebelum doc datang, sehinga suhu ruangan brooding sudah sesuai ketika doc akan dimasukkan.
·          Timbang dan catat kode box, sampling 10% dari jumlah box.
·          Hitung jumlah box, dan amati kondisi box dan doc untuk mepermudah komplain jika ada masalah pada doc nantinya.
·          Tebarkan doc pada tiap-tiap brooder, segera beri air minum dan pakan untuk mejaga kondisi tubuh yang sempat menurun akibat dehidrasi selama trasportasi.
·          Brooding sebaiknya diberi alas koran minimal 3 lapis, tiap hari diambil satu lapis.  Fungsi koran adalah untuk memberikan rasa hangat pada telapak kaki sehingga syaraf yang ada di telapak kaki ayam memberikan respon yang menyebabkan timbulnya keinginan makan.  Selain itu, pemberian koran berfungsi untuk menghindarkan DOC makan sekam.
·          DOC yang terliahat lemah hendaknya dibantu minumnya dengan cara mencelupkan paruhnya dalam air minum.
·          Kondisi brooding harus senyaman mungkin bagi doc oleh karena itu perlu diperhatikan suhu, kepadatan dan sirkulasi udara harus lancar.

Kebutuhan Peralatan Brooding Satu Hari Pertama

Uraian
1000 ekor
750 ekor
500 ekor
Chick Guard Diameter
4,5 m
3,5 m
3 m
Chick Guard Kotak
4x4
3x4
3x3
Pemanas Gasolek
2
1
1
Pemanas Cimawar
2
1 (besar)
1
Baki/Baby Chick Feeder
14/20
12/15
10/12
Tempat Minum Otomatis
10
8
6
Gallon (1 Gallon)
15
12
10
Lampu 40 watt
2
1
1


Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 2 )
Persiapan Kedatangan DOC

Feed intake (pakan yang dikonsumsi per ekor) minggu pertama harus melebihi standar (minimal 170 gr/ekor) karena pakan pada minggu pertama umumnya banyak yang tercecer (kurang lebih 2%). Bobot minggu pertama minimal mencapai 4-4,5 kali dari berat badan DOC. 
Kualitas air minum juga turut mempengarui performa ayam broiler. Secara fisiologis air berfungsi sebagai media berlangsungnya proses kimiawi di dalam tubuh. Air juga berperan dalam pengangkut zat nutrisi, sisa metabolisme, mempermudah proses pencernaan ransum, pengaturan suhu tubuh, melindungi sistem saraf maupun melumasi persendian. 

Mengingat besarnya peranan air dalam tubuh, maka kuantitas dan kualitas air harus terpenuhi. Air minum yang berkualitas adalah yang memenuhi standar secara fisik, kimia maupun biologi. Tolak ukur fisik dari air berkualitas meliputi air tidak berwarna (jernih), tidak berbau dan berasa, dan tidak ada partikel lumpur serta suhu berkisar 20-24OC. Secara kimiawi, air harus memiliki pH netral, tidak sadah. Sedangkan secara biologi, air harus bebas dari cemaran bakteri Escherichia coli, salmonella sp. ataupun coliform lainnya.

Bersambung............

Artikel Selanjutnya :
Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 3)
Tag : Artikel, Broiler
0 Komentar untuk "Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 2 )"
Back To Top