image Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 1) - Ternak Pertama



Ternak Pertama Menyediakan Berbagai Sarana dan Prasarana Unggas Dapat di Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia Bonus Ebook dan Gratis Konsultasi Selamanya Email : ternakpertamaku@gmail.com | Sms/WA : 089515248576 | PIN : 5FC2289D Bagi Yang Berminat Menjadi Agen Silahkan Hub Kami

Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 1)

Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 1)
Ternak Pertama - Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 1) - Bisnis ternak broiler, meskipun beberapa kali mengalami guncangan akibat seperti ledakan wabah penakit flu burung (AI) tahun 2008 dan kondisi harga yang tidak menentu tetapi faktanya bisnisnya tetap luar biasa bahkan jika dilihat dari dari data statistik grafiknya cenderung mengalami peningkatan meskipun ada yang jatuh bangun setelah era keterpurukan akibat wabah flu burung. Ini membuktikan, bahwa ternak broiler masih menjadi primadona bagi para peternak karena mungkin peputaran bisnisna yang sangat cepat sehingga cepat mendapatkan uang.
Dengan fakta demikian tentunya satu-satunya jalan untuk bisa tetap eksis di bisnis ini kuncinya ada di performance ayam karena disaat performa ayam maksimal dalam kondisi wabah penyakit maupun kondisi harga terpuruk keruguian dapat diminimalkan.  Untuk mendapatkan performance yang selalu prima dibutuhkan 3 kunci sukses yaitu bibit, pakan dan manajemen pemeliharaan. Namun, dalam artikel kali ini hanya akan diuraikan mengenai kunci yang ke tiga yaitu manajemen pemeliharaan terutama manajemen pada periode brooding. Sedangkan yang lainnya akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

1. Manajamen Brooding

 Dewasa ini mutu genetik ayam broiler sudah berkembang sangat pesat. Buktinya, jika kita amati sekitar 10 tahun yang lalu mungkin untuk mencapai bobot rata-rata 2 kg, broiler membutuhkan waktu pemeliharaan 35-36 hari. Namun, dengan pemuliaan genetik yang terus berjalan kini bobot rata-rata 2 kg bisa cicapai pada umur  32-33 hari. Berarti seiring perkembangan IPTEK pemeliharaan broiler akan semakin efisien. Namun, dibalik itu semua tentunya ada kelemahan-kelemahan yang menyertainnya, antara lain ayam mudah mengalami stress. Untuk itu, ayam broiler modern membutuhkan manajemen pemeliharaan yang tidak lagi dengan istilah bagus tetapi harus prima. Salah satunya adalah pemeliharaan pada periode Brooding.

Baca Juga :

Pada ayam broiler (pedaging), masa brooding ialah periode pemeliharaan dari DOC (chick in) hingga umur 14 hari (atau hingga pemanas tidak digunakan). Ibarat membangun rumah, periode brooding berada pada tahan pembangunan fondasi. Fondasi yang kokoh dapat menjamin rumah berdiri dengan kokoh. Demikian juga dalam periode brooding broiler, baik tidaknya performance ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding. Jadi salah satu kunci keberhasilan Pemeliharaan Broiler adalah pada keberhasilan periode brooding karena kesalahan manajemen pada periode ini seringkali tidak bisa dipulihkan (irreversible) dan berdampak negatif terhadap performance ayam di periode pemeliharaan berikutnya.

Gambar 1. Baik tidaknya performance ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding

Mengapa periode brooding penting? karena pada masa ini terjadi perkembangan pesat berbagai organ tubuh ayam (yang tidak dijumpai pada umur lebih tua). Oleh karena itu, diharapkan peternak perlu benar-benar memberikan perhatiannya terhadap masa ini. Ada beberapa hal yang mengalami perkembangan pesat pada umur ini terutama antara lain sistem kekebalan dan pencernaan.
Bagaimana cara mengoptimalkan pertumbuhan di periode brooding? Caranya adalah dengan memberikan kondisi brooding dan memberikan pakan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mencapai kondisi tersebut dapat dilakukan dengan cara?
1)     Memberikan pakan dan minum segera setelah DOC chick in (DOC masuk ke dalam ruangan brooding)
Pemberian pakan segera chick in dimaksudkan agar organ pencernaan ayam dapat berkembang dengan maksimal misalnya lambung, tembolok, usus, hati, pankreas dan sebagainya baik dalam ukuran maupun panjangnya. Untuk vili usus, perkembangan yang baik ditunjukkan dengan ukuran vili yang panjang, besar, jumlah banyak dan seragam. Vili yang seperti itu akan membantu efisiensi ransum.

Kiat Sukses Beternak Broile
Gambar 2. Merpakan kondisi organ pencernaan broiler umur 2 hari. Saluran pencernaan berkembang paling baik pada ayam yang langsung diberikan ransum segera setelah chick in (atas). Yang tengah ialah yang diberikan 8 jam setelah chick in sedangkan yang paling bawah ialah yang belum diberikan ransum sama sekali

Bersambung....................


Artikel Selanjutnya :
Tag : Artikel, Broiler
0 Komentar untuk "Kiat Sukses Beternak Broiler (Bagian 1)"
Back To Top